Terancam ditutup, toko ponsel Asiafone di Pekanbaru, tak kantongi izin edar
TOKO PONSEL ASIAFONE - Tak kantongi izin edar, asiafone di Pwkanbaru terancam ditutup | istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Ternyata, toko ponsel Asiafone yang berada di Mal Pekanbaru, juga tidak mengantongi izin edar dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru, terutama penjualan ponsel merek Iphone 7 yang baru dirilis.
Temuan itu dilakukan secara tidak sengaja oleh Komisi II DPRD Kota Pekanbaru dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, usai melakukan inspeksi mendadak di Supermarket Lucky di lantai dasar Mal Pekanbaru, Selasa, (15/11/16).
"Asiafone tidak memiliki izin dari Dishubkominfo. Kita surati juga. Mengaoa bisa menjual produk tersebut tanpa ada izin," kata Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, kepada wartawan.
Menurutnya, barang elektronik yang boleh dipasarkan secara terbuka harus ada izin edarnya. Pihaknya, menemukan ada beberapa indikasi bahwa di list barang-barang yang dijual tidak ada izin edar.
"Toko tempat usaha memang memiliki izin, namun barang yang dijual dalam hal ini smartphone jenis i-phone 7 tidak ada izin dan belum membayar pajak namun sudah dijual di toko. ini sangat melanggar," tegasnya.
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE menegaskan bahwa, sidak ini sebagai sinyal bagi pengusaha harus tunduk dan taat terhadap aturan yang berlaku di Kota Pekanbaru. Jika tidak ada izin, pengusaha harus siap untuk hengkang dari Pekanbaru.
"Tadi kita ingin ingatkan, tak ada satupun pengusaha yang bisa melanggar aturan ada. Kami tidak membekingi tapi membenahi," ungkapnya.
Terhadap hal ini, Komisi II akan mengeluarkan rekomendasi untuk kembali melakukan evaluasi di tempat usaha yang melanggar. Setiap pengusaha diminta kooperatif terhadap aturan.
"Pengusaha yang sekian lama mengambil keuntungan di Kota Pekanbaru, menikmati fasilitas yang disediakan namun tidak ada memberikan kontribusi kepada daerah. Inikan keterlaluan namanya," cetus politisi dari Partai Demokrat ini. [bam]

