Seorang Polwan ditahan terkait kasus pembunuhan & rusuh di Meranti

Seorang Polwan ditahan terkait kasus pembunuhan & rusuh di Meranti

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau menahan seorang oknum polisi wanita dan seorang polisi laki-laki karena diduga terlibat penganiayaan Apriadi, pegawai honorer Dispenda Meranti, hingga tewas. Kasus ini sebelumnya sempat memicu kericuhan di Kabupaten termuda di Riau ini.

Namun, Polda Riau belum membeberkan identitas kedua tersangka tersebut. Direktur Ditreskrimum Polda Riau Komisaris Besar Polisi Surawan membenarkan penahanan tersebut.

Terkait identitas, dia mengaku belum bisa menyebutkan dengan alasan masih melakukan gelar perkara.

Namun, Surawan menjelaskan, kedua tersangka baru kasus penganiayaan berujung maut terhadap penikam anggota Polres Meranti, Brigadir Adil S Tambunan itu, ditahan usai diperiksa penyidik terkait statusnya.

Setelah penahanan ini, berkas keduanya bakal dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau untuk diteliti.

"Pemeriksaan sebagai tersangka kemarin merupakan upaya melengkapi berkas," kata Surawan.

Ia menyebutkan, penetapan kedua tersangka baru ini merupakan petunjuk jaksa setelah memeriksa empat polisi yang sebelumnya menjadi tersangka dalam kasus ini.

"Penambahan dua tersangka ini, setelah adanya petunjuk dari jaksa yang menyatakan berkas AS, BY, EM dan D," kata Surawan.

Sebelumnya, empat tersangka lainnya sudah ditahan Polda Riau karena diduga terlibat kasus Meranti Berdarah.

Kejadian ini sendiri berawal dari pembunuhan Brigadir Adil S Tambunan yang diduga dilakukan Apriadi Tama, seorang honorer di kabupaten tersebut.

Ia kemudian ditangkap Tim Opsnal Reskrim Polres Meranti. Tak lama kemudian, Apriadi meninggal dunia karena diduga mengalami penganiayaan dari petugas.

Kejadian ini kemudian memicu kemarahan ribuan warga Meranti dan mendatangi Mapolres.

Massa yang marah berusaha membakar Mapolres sehingga terjadi bentrokan dengan polisi. Dalam bentrokan dengan polisi itu, seorang warga bernama Isrusli tewas di depan Mapolres. [red]‎‎