Damkar klaim, kasus bencana kebakaran menurun. Ini alasannya

Damkar klaim, kasus bencana kebakaran menurun. Ini alasannya

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-Damkar) Kota Pekanbaru Hermanto Yasin, mengklaim, jumlah kasus kebakaran di Kota Pekanbaru tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2015 yang lalu. Alasan itu dikatakannya karena masyarakat sudah memiliki racun api.

"Dari Januari hingga akhir Oktober jumlah kasus kebakaran gedung dan pemukiman di Kota Pekanbaru baru mencapai 79 kasus. Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu, kata Hermanto, kepada wartawan, Selasa, (1/11/16).

Meski melakukan klaim bahwa kasus kebakaran hutan menurun pada tahun ini, Hermanto menyebutkan bahwa tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah.

"Namanya musibah bisa saja datang kapanpun. Karena kasus kebakaran dipicu oleh konsleting arus," ungkapnya.

Untuk menekan jumlah kebakaran, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Pekanbaru, untuk memperhatikan jaringan kabel listrik yang sudah kadaluarsa.

"Kabel-kabel jaringan listrik yang ada sekarang rata-rata sudah tua hendaknya segera harusnya sudah diganti. Minimal 10 tahun masyarakat sudah harus mengganti kabel instalasi listrik di rumah," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, BPB-Damkar Pekanbaru merilis, Jumlah kasus kebakaran yang terjadi di kota Pekanbaru, meningkat tajam. Tercatat, dari Januari hingga Agustus 2016, jumlah kebakaran yang terjadi di Kota Pekanbaru mencapai 174 kasus. 

Menurutnya, jumlah ini tidak jauh berbeda dengan kasus kebakaran tahun 2015 yang mencapai 200 kasus. Jumlah 174 kasus tersebut, mayoritas terjadi di kebakaran lahan. [red]