Tim Gabungan KLHK, TNI dan Polri

Tangkap pembalak liar HPT Bagan Sinembah, petugas diancam

Tangkap pembalak liar HPT Bagan Sinembah, petugas diancam

ilustrasi

‎Beritariau.com, Rohil‎ - Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dibantu aparat TNI-Polri kembali mengamankan seorang pelaku illegal logging alias pembalak liar berinisial AK di Dusun 2 Ampean Rotan Desa Kota Paret Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Dua alat berat berupa beko turut diamankan. Namun, operator beko tersebut berhasil kabur.

Dalam penangkapan itu, Tim operasi Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Seksi Wilayah II Pekanbaru menemukan tanaman yang dibabat AK ternyata berada dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Bagan Sinembah. Lahan itu baru terbakar.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakum) KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan, AK adalah pemain lama yang terdeteksi merupakan salah satu pelaku illlegal logging di Riau.

"KLHK akan terus melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku perambahan kawasan di daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan seperti di Riau dan Sumsel," ujar Rasio, Minggu (30/10/16) malam.

Menurutnya, di lokasi juga ditemukan sejumlah ruas jalur dan parit sejenis kanal yang akan digunakan untuk mengangkut kayu.

Rasio juga mengaku, saat penangkapan itu, petugas mendapat ancaman dari seseorang berinisial AT yang nekad mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengaku sebagai pemilik lahan. Ia mengancam akan melakukan aksi.

Namun katanya, Petugas SPORC tak surut langkah, sejumlah anggota TNI langsung didatangkan ke lokasi untuk bantu mengamankan seluruh barang bukti tersebut.

"Dua unit beko dan barang bukti lainnya akhirnya bisa dievakuasi tanggal 29 Oktober 2016. Seluruh operasi berjalan lancar. Saat ini, seluruh alat yang disita petugas berada di kantor Seksi Wilayah II Balai Pam Gakkum di Pekanbaru untuk diselidiki lebih lanjut," ujarnya.

Penggerebekan ini, merupakan hasil peningkatan pengamanan yang dilakukan Tim SPORC di Seksi Wilayah II Pekanbaru. Sebanyak 25 orang dikirim ke wilayah itu dengan bekerjasama dengan aparat TNI-Polri.

"Kerjasama dengan Polri dan TNI ini akan membuahkan hasil kedepannya, memutus rantai sindikat perambah hutan diyakini Rasio akan mengurangi dampak kebakaran hutan," ujar Rasio. [rls]‎