SPBU Nelayan Bagansiapiapi Mulai Beroperasi, Jadi Pintu Ekspor Produk UMKM Rohil

SPBU Nelayan Bagansiapiapi Mulai Beroperasi, Jadi Pintu Ekspor Produk UMKM Rohil

Beritariau.com, BAGANSIAPIAPI – Kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan di Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), tidak hanya menjadi solusi pemenuhan kebutuhan bahan bakar bagi nelayan. Fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi pintu baru perdagangan komoditas pertanian, perikanan, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menuju pasar ekspor.

Potensi tersebut mulai diwujudkan melalui uji coba operasional perdana Lembaga Penyalur SPBU Nelayan 18.289.067 yang dikelola Koperasi Karya Perdana, Jumat (30/10/2026).

Uji coba operasional tersebut dilakukan langsung Wakil Bupati Rokan Hilir, H Jhony Charles, didampingi Kepala Dinas Perikanan Rohil, Budi Mulia, beserta sejumlah pejabat terkait.

SPBU Nelayan yang berada di kawasan pesisir Bagan Barat ini disiapkan sebagai pusat aktivitas ekonomi baru. Selain menyalurkan bahan bakar minyak jenis Bio Solar untuk kebutuhan nelayan, fasilitas tersebut juga diarahkan menjadi pintu perdagangan resmi bagi berbagai komoditas unggulan daerah.

Melalui fasilitas ini, produk pertanian, hasil perikanan, serta produk koperasi dan UMKM di Rokan Hilir diharapkan memiliki akses perdagangan yang lebih luas, termasuk menembus pasar internasional.

Bahkan, bersamaan dengan uji coba operasional perdana, aktivitas perdagangan sudah mulai bergulir melalui kontrak dagang pertama. Sejumlah komoditas dari Sumatera Barat, seperti pisang, kelapa, kerang, dan rendang, serta mangga unggulan dari Indramayu, dipastikan siap diperdagangkan melalui jalur ekonomi tersebut.

Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, mengatakan keberadaan SPBU Nelayan diharapkan memberikan manfaat lebih luas dibandingkan sekadar menyediakan bahan bakar bagi masyarakat pesisir.

"Dari sini, kita tidak hanya menyalurkan Bio Solar, tetapi kita juga menyalurkan harapan. Kita buka jalur ekspor produk rakyat kita ke kancah dunia," ungkap Jhony.

Menurutnya, pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat pesisir agar tidak hanya bergantung pada sektor perikanan, tetapi juga berkembang melalui perdagangan dan penguatan produk lokal.

Pengoperasian SPBU Nelayan 18.289.067 ini juga merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Kementerian Koperasi, PT Pertamina (Persero), serta Koperasi Karya Perdana.

Pihak koperasi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya fasilitas tersebut, termasuk Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan Kak Ainun.

Lebih jauh, keberadaan SPBU Nelayan ini menjadi gambaran pengembangan peran koperasi dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Koperasi tidak lagi hanya berkutat pada aktivitas simpan pinjam, tetapi mulai mengambil peran strategis dalam pengelolaan sektor energi sekaligus menjadi agregator produk UMKM.

Dengan fungsi tersebut, koperasi diharapkan mampu menghimpun produk masyarakat, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka peluang perdagangan antardaerah hingga pasar ekspor.

Di sisi lain, beroperasinya SPBU Nelayan juga diharapkan dapat menekan biaya operasional melaut bagi nelayan di Bagan Barat. Ketersediaan Bio Solar yang lebih mudah dijangkau diharapkan membantu nelayan mengoptimalkan aktivitas penangkapan ikan dan meningkatkan hasil usaha mereka.

Dengan demikian, SPBU Nelayan di Bagansiapiapi tidak hanya menjadi fasilitas pendukung aktivitas perikanan, tetapi juga diproyeksikan sebagai simpul perdagangan baru yang menghubungkan potensi ekonomi masyarakat pesisir Rokan Hilir dengan pasar yang lebih luas. (*)