Hari Pramuka ke-65, Bupati Meranti Dorong Generasi Muda Kreatif, Mandiri dan Peduli Pangan

Beritariau.com, Meranti -- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar menegaskan pentingnya Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, terampil, kreatif, dan mandiri. Hal itu disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (14/9/2026).
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, Danlanal Dumai/Dan Pos TNI AL Selatpanjang, Dandim 0303 Bengkalis/Danramil 02 Tebing Tinggi, Kepala Kantor Kementerian Agama, Sekretaris Daerah, Ketua Pengadilan Negeri Selatpanjang, Ketua Pengadilan Agama Selatpanjang, para asisten dan staf ahli bupati, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam amanatnya, Asmar menyampaikan bahwa 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah diisi dengan berbagai bentuk pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia.
"Gerakan Pramuka telah berperan membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh dan kuat," ujar Asmar.
Menurutnya, Gerakan Pramuka dari waktu ke waktu telah melahirkan banyak tokoh yang kemudian mengabdikan diri dalam berbagai bidang, mulai dari pemimpin, pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan hingga relawan kemanusiaan.
Ia menilai nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma yang menjadi pedoman anggota Pramuka tetap relevan dalam membentuk pribadi yang tangguh di tengah perubahan zaman.
Karena itu, Asmar menegaskan peringatan Hari Pramuka tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen dalam membangun karakter bangsa sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Pramuka Diminta Ikut Dukung Swasembada Pangan
Pada peringatan tahun ini, Asmar juga menyoroti tema Hari Pramuka ke-65 sekaligus Jambore Nasional ke-12 Tahun 2026, yakni "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
Menurut Asmar, tema tersebut sejalan dengan komitmen Gerakan Pramuka mendukung Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari ketahanan serta kemandirian nasional.
Ia menekankan bahwa swasembada pangan tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan pertanian.
"Swasembada pangan bukan semata persoalan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya," jelasnya.
Karena itu, pendidikan kepramukaan dinilai perlu terus diarahkan untuk menumbuhkan budaya produktif sekaligus kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.
Pramuka juga didorong memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi tepat guna, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak usia muda.
"Proses pendidikan kepramukaan terus berkembang dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving, yaitu belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata," katanya.
Hadapi Tantangan Teknologi hingga Persoalan Sosial
Asmar mengingatkan, generasi muda saat ini tumbuh di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), dinamika geopolitik, serta persoalan ketahanan pangan dan energi menjadi tantangan yang harus dipersiapkan sejak dini.
Tidak hanya itu, generasi muda juga menghadapi berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring, hingga menurunnya kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dalam kondisi tersebut, Asmar menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter dan jati diri.
"Teknologi memberikan kemampuan yang semakin besar, sedangkan karakter memberikan arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan," tegasnya.
Ia juga mendorong agar kegiatan kepramukaan semakin dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pramuka, kata dia, dapat dilibatkan dalam pengelolaan sampah, efisiensi sumber daya, pemanfaatan energi bersih hingga pengembangan potensi lokal untuk mendukung kehidupan yang berkelanjutan.
Pengalaman selama mengikuti kegiatan Pramuka, lanjutnya, diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman semata. Kegiatan tersebut harus mampu membekali generasi muda dengan wawasan, keterampilan, kedisiplinan, keberanian mencoba, serta kemampuan melahirkan gagasan yang dapat diterapkan di gugus depan, sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Asmar mendorong agar pengalaman tersebut diwujudkan dalam kegiatan konkret sesuai potensi daerah. Di antaranya menanam pangan, mengelola lingkungan, mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi, membantu masyarakat, serta menciptakan berbagai inovasi.
"Dengan demikian, Gerakan Pramuka dapat mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian untuk bangsa dan negara," ujarnya.
Asmar optimistis pendidikan kepramukaan mampu melahirkan generasi yang dapat berkontribusi di berbagai bidang. Mulai dari petani dan inovator pangan, ilmuwan, teknolog, wirausahawan, profesional, pemimpin masyarakat hingga pemimpin bangsa yang memiliki karakter dan integritas.
Di akhir amanatnya, Asmar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI dan Polri, pembina, pelatih, orang tua, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, relawan serta seluruh mitra strategis Gerakan Pramuka yang selama ini mendukung pembinaan generasi muda.
Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga Gerakan Pramuka semakin memberikan manfaat nyata bagi generasi muda dan kemajuan bangsa.
"Marilah kita jadikan Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, serta meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara," pungkasnya.
Asmar menegaskan, Gerakan Pramuka harus terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa dan melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam. (*)

