Bupati Herman Soroti Prestasi Kafilah Inhil, Dorong MTQ Gaung Jadi Momentum Bangkit

Beritariau.com, Gaung -- Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT meminta pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi mampu menjadi sarana evaluasi dan pembinaan untuk meningkatkan prestasi kafilah daerah.
Hal itu disampaikan Herman saat melepas Pawai Ta’aruf sekaligus membuka Bazar MTQ ke-30 tingkat Kecamatan Gaung Tahun 2026 di Lapangan Bola Desa Lahang Tengah, Kecamatan Gaung, Sabtu (12/9/2026).
Ratusan peserta dari perwakilan desa se-Kecamatan Gaung turut ambil bagian dalam Pawai Ta’aruf tersebut. Kegiatan berlangsung semarak dengan kehadiran alim ulama, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat yang memadati lokasi acara.
Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Inhil Dapil II, Ketua TP-PKK Kabupaten Inhil sekaligus Ketua Dekranasda Inhil Hj. Katerina Susanti Herman, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Inhil, Camat Gaung bersama Forkopimcam serta undangan lainnya.
Prestasi Kafilah Inhil Jadi Sorotan
Dalam sambutannya, Herman mengapresiasi pelaksanaan Pawai Ta’aruf dan Bazar MTQ yang menurutnya memiliki makna lebih luas dari sekadar kemeriahan sebuah perhelatan keagamaan.
Selain memperkuat syiar Islam, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Namun, di balik semarak pembukaan MTQ, Herman memberikan perhatian khusus terhadap capaian kafilah Inhil dalam berbagai ajang MTQ, baik tingkat Provinsi Riau maupun nasional.
Ia menyebut prestasi kafilah Inhil dalam beberapa pelaksanaan MTQ menunjukkan kecenderungan menurun. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya terkait pembinaan dan kesiapan para peserta menghadapi kompetisi.
Menurut Herman, MTQ harus mampu menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan sehingga tidak hanya menghasilkan peserta yang mampu mengikuti perlombaan, tetapi juga generasi yang memiliki kemampuan membaca, memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, pelaksanaan MTQ ke-30 Kecamatan Gaung diharapkan dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan dan membangkitkan kembali prestasi kafilah Inhil pada ajang yang lebih tinggi.
Bazar MTQ Jadi Penggerak UMKM
Selain menyoroti pembinaan kafilah, Herman juga melihat keberadaan bazar MTQ sebagai peluang untuk memperkenalkan berbagai potensi lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti MTQ dapat dikemas agar memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk membuka ruang promosi bagi produk UMKM dan usaha masyarakat setempat.
“Semoga pelaksanaan pawai dan bazar yang kita taja hari ini bisa berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat positif, khususnya dalam mensyiarkan agama Islam sekaligus mempromosikan dan memasarkan berbagai potensi yang ada di daerah ini sehingga dapat menghidupkan UMKM serta meningkatkan pendapatan bagi masyarakat setempat,” ujar Herman.
Ia juga meminta para pelaku usaha yang mengikuti bazar tidak hanya menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat berjualan, tetapi memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi.
Kualitas produk, kata Herman, perlu terus ditingkatkan agar produk lokal memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Produk-produk yang dihasilkan hendaknya dapat semakin dikembangkan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Apabila hal tersebut dapat dikembangkan dengan baik, maka insyaallah ekonomi kerakyatan juga akan semakin meningkat,” pesannya.
Usai melepas Pawai Ta’aruf, Bupati Herman bersama Hj. Katerina Susanti Herman dan para undangan meninjau langsung sejumlah stan bazar yang berada di lokasi kegiatan.
Bazar tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi bagi produk masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat syiar Islam sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat Kecamatan Gaung.
Dengan demikian, rangkaian MTQ ke-30 Kecamatan Gaung diharapkan tidak berhenti pada aspek perlombaan dan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata melalui penguatan pembinaan generasi Qur’ani, peningkatan prestasi daerah, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*)

