UMRI-Universiti Malaysia Kelantan Perkuat Kerja Sama Akademik Lewat International Colloquium 2026
Beritariau.com, Pekanbaru – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui International Colloquium 2026.
Mengusung tema “Collaborating for Sustainable Future, Innovation, Society and Islamic Values”, forum akademik yang digelar di Ruang Pascasarjana Kampus UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Rabu (2/9/2026), menjadi wadah pertukaran gagasan antara akademisi Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan ini dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMRI Jayus, S.Sos., M.I.Kom., Wakil Dekan FIKOM Johan Faladhin, M.I.Kom., para ketua program studi, dosen serta mahasiswa.
Beragam isu dibahas dalam forum tersebut, mulai dari masyarakat, pendidikan, komunikasi, kewirausahaan, pembangunan berkelanjutan hingga nilai-nilai Islam.
Dari UMK, sejumlah akademisi tampil sebagai pembicara. Dr. Burhan Bin Che Daud membahas pemikiran Allamah Muhammad Iqbal dalam Shikwa wa Jawab-l-Shikwa pada bidang Philosophy/Islamic Civilization.
Assoc. Prof. Dr. Zain Bin Mubarak mengangkat dinamika kelestarian kewirausahaan Hadhrami di Malaysia, sedangkan Dr. Noor Hisham bin Md. Nawi membahas simbolis kemiskinan dan kekeluargaan melalui kajian kasus Projek BANGKIT.
Sementara Dr. Marwan bin Ismail memaparkan pentingnya kursus integriti dan antirasuah di institusi pengajian tinggi Malaysia dalam membangun peradaban negara bangsa.
Dari UMRI, akademisi FIKOM turut mempresentasikan sejumlah kajian. Assoc. Prof. Eka Putra, ST., MSc., PhD. membawakan topik “Crowdfunding Media dan Kompetensi Wartawan”.
Destita Mutiara, S.Sos., MA. mempresentasikan kajian “Mediamorphosis and Virtual Identity: A Study of the Affirmation of Riau’s Locality in the Online Media Riaupos.co”.
Selanjutnya, Dr. Jupendri, S.Sos., M.I.Kom. mengangkat tema dinamika partisipasi pemilih dalam perspektif komunikasi politik. Sementara Nazhifah, S.I.Kom., M.I.Kom. membahas transformasi digital UMKM melalui komunikasi partisipatif dalam adopsi teknologi di Provinsi Riau.
Dekan FIKOM UMRI Jayus mengatakan, International Colloquium 2026 bukan sekadar forum silaturahmi, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan akademik kedua institusi.
“Kegiatan ini bukan saja sebagai silaturahmi biasa. Tentu akan melahirkan satu pemikiran dan sejarah hubungan yang baik antara FIKOM UMRI dan Malaysia Kelantan. Ini menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas ke depannya,” ujar Jayus.
Menurutnya, pertukaran gagasan lintas negara dan disiplin ilmu penting untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa.
“Pertukaran gagasan seperti ini sangat penting, karena kita tidak hanya berbicara tentang ilmu komunikasi, tetapi juga isu sosial, pendidikan, kewirausahaan, teknologi, politik, hingga bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi landasan dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat,” tambahnya.
Jayus berharap kolaborasi UMRI dan UMK dapat dilanjutkan melalui program yang lebih konkret dan berkelanjutan, termasuk pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran akademisi dan mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat.
International Colloquium 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya kedua perguruan tinggi membangun jejaring akademik internasional yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan, inovasi dan gagasan pembangunan berkelanjutan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. (*)

