Sekda Meranti Serahkan Bantuan Rp69,4 Juta untuk Guru Korban Kebakaran

Beritariau.com, Meranti -- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyerahkan bantuan kepada Susi Winarti, S.Pd., guru SMP Negeri 5 Rangsang yang menjadi korban kebakaran rumah di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang.
Bantuan diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti H. Sudandri Jauzah yang mewakili Bupati H. Asmar saat meninjau kediaman korban, Kamis (27/8/2026).
Rumah Susi terbakar pada Sabtu (22/8/2026). Musibah tersebut menyebabkan keluarga korban kehilangan sejumlah harta benda dan membutuhkan dukungan untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dalam kunjungan itu, Sudandri menyampaikan salam dan kepedulian Bupati Asmar kepada Susi dan keluarganya. Bupati tidak dapat hadir langsung karena sedang sakit dan meminta Sekda mendampingi jajaran Dinas Pendidikan, PGRI, serta Koordinator Wilayah (Korwil).
"Pak Bupati ingin datang langsung menjenguk saudara kita yang ditimpa cobaan ini. Namun karena beliau dalam keadaan sakit, beliau perintahkan saya untuk mendampingi bersama kawan-kawan PGRI, Dinas Pendidikan serta jajaran Korwil," ujar Sudandri.
Ia meminta keluarga korban tetap tabah menghadapi musibah tersebut. Sudandri berharap kerugian yang dialami keluarga Susi dapat segera tergantikan dan bantuan yang diberikan bisa meringankan beban mereka.
Selain bantuan dari pemerintah daerah, solidaritas juga datang dari para guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Kepulauan Meranti.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Meranti, Raja Yusran, mengatakan para guru menggalang donasi untuk membantu rekan seprofesi yang terkena musibah.
"Alhamdulillah, dukungan dari kawan-kawan guru Meranti. Kami mengumpulkan donasi sebesar Rp69.430.000. Kemudian kami juga menyiapkan bingkisan sebagai cendera mata kepada Bu Susi," kata Raja Yusran.
Total donasi yang terkumpul mencapai Rp69,43 juta, ditambah sejumlah bingkisan untuk Susi dan keluarganya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudandri juga menyerahkan bantuan pribadi dari Bupati Asmar sebesar Rp3 juta kepada keluarga korban.
"Pak Bupati juga secara pribadi menitipkan dengan saya uang Rp3.000.000 untuk menyumbangkan secara pribadi beliau kepada Ibu sekeluarga. Mudah-mudahan itu dapat dimanfaatkan dengan baik," ungkapnya.
Sudandri sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering. Ia meminta warga berhati-hati dalam menggunakan perangkat elektronik yang berpotensi menyebabkan korsleting listrik.
"Bukan hanya api, elektronik juga bisa memicu korsleting. Itu juga kita harus hati-hati," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat mengantisipasi kemungkinan berlangsungnya kondisi kemarau panjang hingga 2027 berdasarkan pemetaan yang disampaikannya.
"Mari kita berwaspada. Berdasarkan pemetaan Badan Geologi dan Meteorologi bahwa El Nino atau kemarau panjang bisa sampai menginjak 2027. Untuk itu kita lebih berhati-hati," katanya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Susi Winarti dan keluarganya. Kegiatan turut dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Meranti, Ketua PGRI, Korwil, kepala sekolah dan guru, Camat Rangsang, Kepala Desa Dwi Tunggal, serta sejumlah pihak terkait.
Raja Yusran berharap bantuan yang dihimpun dari keluarga besar pendidikan Meranti tersebut dapat membantu Susi dan keluarganya melewati masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
"Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh kawan-kawan seprofesi dengan Ibu Susi dapat memberikan keringanan atas musibah ini," ujarnya. (*)

