Temui Menteri Lingkungan Hidup, Bupati Kampar Ajukan Proposal Penanganan Lingkungan

Beritariau.com, Bangkinang -- Bupati Kampar Ahmad Yuzar memanfaatkan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi daerah.
Pertemuan tersebut berlangsung di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UPTT), Bangkinang, Sabtu (21/8/2026). Dalam kesempatan itu, Ahmad Yuzar menyerahkan proposal bidang lingkungan kepada Menteri Lingkungan Hidup sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar sekaligus upaya memperoleh dukungan pemerintah pusat.
Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup juga ditandai dengan penanaman pohon bersama Bupati Kampar di kawasan Kebun Raya UPTT.
Turut hadir Rektor UPTT Prof. Dr. Amir Lutfi, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, unsur Forkopimda Kampar, akademisi serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar.
Ahmad Yuzar mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Pemkab Kampar untuk menyampaikan secara langsung kondisi dan berbagai persoalan lingkungan kepada pemerintah pusat.
"Ini menjadi momentum yang tepat bagi kami untuk menyampaikan secara langsung kondisi dan persoalan lingkungan yang ada di daerah," kata Ahmad Yuzar.
Menurutnya, persoalan lingkungan membutuhkan penanganan bersama dan dukungan lintas sektor. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi dan masyarakat.
Selain menyampaikan proposal, Ahmad Yuzar juga menegaskan dukungannya terhadap pengembangan Kebun Raya UPTT yang dinilai menjadi salah satu aset penting dalam upaya konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati di Kampar.
"Kami memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian lingkungan melalui Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Ini merupakan salah satu kebun raya yang dimiliki oleh sebuah universitas di Indonesia dan tentunya sangat membanggakan bagi Kabupaten Kampar," ujarnya.
Menteri Siap Dukung Pelestarian Lingkungan
Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat mengapresiasi sambutan Pemkab Kampar dan UPTT. Ia menegaskan pemerintah pusat siap mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan di daerah.
"Kami siap memberikan dukungan terhadap pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Hal ini tentu tidak terlepas dari kesungguhan dan dukungan pemerintah serta seluruh pihak, sehingga kebun raya ini dapat terus kita jaga dan lestarikan," ujar Jumhur.
Ia juga menyinggung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Menurutnya, secara umum kondisi karhutla di Riau menunjukkan perbaikan dan mengalami penurunan signifikan.
"Secara umum kondisi kebakaran hutan dan lahan di Riau sudah semakin membaik dan berkurang drastis. Tentunya ini harus terus kita jaga bersama melalui kolaborasi dan langkah nyata dalam menjaga lingkungan," katanya.
Meski demikian, upaya pencegahan tetap harus diperkuat agar kondisi tersebut dapat dipertahankan.
Ahmad Yuzar menambahkan, kunjungan Menteri Lingkungan Hidup juga menjadi momentum untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya di sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian di Riau.
Kebun Raya UPTT Ditargetkan Capai 100 Hektare
Sementara itu, Rektor UPTT Prof. Dr. Amir Lutfi mengatakan pihaknya memiliki komitmen kuat dalam pelestarian lingkungan. Saat ini, UPTT mengelola Taman Kehati seluas 10 hektare, Kebun Raya sekitar 30 hektare serta kawasan preservasi sekitar 2.900 hektare.
"Kehadiran Bapak Menteri merupakan sebuah kehormatan sekaligus penguatan terhadap komitmen kami dalam menjaga lingkungan. Ini merupakan tanggung jawab yang terus kami laksanakan sebagai institusi pendidikan," ujar Amir.
Ia menjelaskan, Kebun Raya UPTT terus dikembangkan sebagai kawasan konservasi yang memiliki fungsi edukasi, penelitian, wisata alam serta pelestarian keanekaragaman hayati.
Saat ini luas kebun raya sekitar 30 hektare dan ditargetkan terus berkembang hingga mencapai 100 hektare.
Amir menyebut pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari komitmen UPTT dalam mendukung program pemerintah di bidang lingkungan. Atas upaya tersebut, UPTT juga telah memperoleh penghargaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki dan mengembangkan kebun raya.
Tak berhenti pada konservasi, UPTT juga akan menggelar Simposium Lingkungan Internasional pada 8 Oktober 2026. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan akademisi dan peserta dari empat benua.
Melalui kunjungan Menteri Lingkungan Hidup tersebut, Pemkab Kampar berharap dukungan pemerintah pusat semakin kuat, khususnya dalam menangani persoalan lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati serta memperluas kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat. (*)

