Pustaka Apung Parit Anak Inhil Hadir di Concong, Bawa Buku dan Pengetahuan ke Wilayah Pesisir

Pustaka Apung Parit Anak Inhil Hadir di Concong, Bawa Buku dan Pengetahuan ke Wilayah Pesisir

Beritariau.com, Concong -- Keterbatasan akses dan kondisi geografis tidak menjadi penghalang bagi anak-anak di wilayah pesisir Indragiri Hilir (Inhil) untuk mendapatkan bahan bacaan dan pengetahuan. Upaya memperluas akses literasi diwujudkan melalui kehadiran Pustaka Apung “Parit Anak Inhil” di Kecamatan Concong.

Pustaka Apung tersebut secara resmi diserahkan Bunda Literasi Inhil yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, kepada Pemerintah Kecamatan Concong, Selasa (18/8/2026). Penyerahan berlangsung di Pelabuhan Syahbandar Kecamatan Concong.

Berbeda dengan layanan perpustakaan pada umumnya, Pustaka Apung “Parit Anak Inhil” memanfaatkan sarana perahu atau kapal sebagai perpustakaan keliling. Konsep ini dirancang untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan wilayah perairan yang sulit memperoleh akses terhadap fasilitas literasi.

Kondisi geografis Inhil yang sebagian besar merupakan wilayah perairan membuat layanan literasi berbasis transportasi air dinilai relevan. Buku dan sumber pengetahuan diharapkan dapat lebih mudah menjangkau anak-anak yang selama ini terkendala jarak.

Hj. Katerina mengatakan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap buku dan pengetahuan, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pesisir.

“Semoga Pustaka Apung Parit Anak Inhil ini dapat meningkatkan minat baca anak-anak kita di wilayah pesisir Inhil, khususnya di Kecamatan Concong,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Pustaka Apung tidak sekadar menyediakan buku bacaan. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus tempat anak-anak mengembangkan rasa ingin tahu, memperluas wawasan dan membangun cita-cita.

“Jadikan tempat belajar, tempat menemukan ilmu, dan tempat bermimpi untuk masa depan yang lebih baik. Pustaka Apung ini diharapkan menjadi jembatan ilmu, jendela dunia, dan harapan masa depan,” tambahnya.

Ia juga mengajak pemerintah kecamatan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta merawat fasilitas tersebut. Pemanfaatannya diharapkan tidak terbatas pada aktivitas membaca, tetapi dapat berkembang menjadi ruang interaksi dan pembelajaran bagi anak-anak maupun masyarakat pesisir.

Konsep “Parit Anak Inhil” menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat. Melalui perpustakaan bergerak di jalur perairan, buku tidak lagi hanya menunggu masyarakat datang, tetapi hadir langsung ke lingkungan tempat mereka tinggal.

Pustaka Apung “Parit Anak Inhil” merupakan hasil kolaborasi TP PKK Kabupaten Inhil dengan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirq (IKTA) Pekanbaru.

Dengan diserahkannya fasilitas tersebut kepada Pemerintah Kecamatan Concong, gerakan literasi di kawasan pesisir diharapkan semakin berkembang dan membuka akses pengetahuan yang lebih luas bagi anak-anak Inhil. (*)