Kampar Genjot Inovasi Daerah, Bidik Predikat Kabupaten Sangat Inovatif

Kampar Genjot Inovasi Daerah, Bidik Predikat Kabupaten Sangat Inovatif

Beritariau.com, Bangkinang -- Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat inovasi di berbagai sektor sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Tahun ini, Kampar menargetkan peningkatan predikat dari Kabupaten Inovatif menjadi Kabupaten Sangat Inovatif.

Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi penginputan inovasi ke dalam aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IID) yang dikelola Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.

Bappeda Kabupaten Kampar menjadi salah satu perangkat daerah yang berperan dalam mendorong percepatan tersebut. Pendampingan dilakukan secara langsung kepada organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan dan desa, puskesmas, hingga unit pelaksana teknis satuan pendidikan.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Kampar, Dhesy Elyanti, mengatakan peningkatan predikat menjadi Kabupaten Sangat Inovatif merupakan target yang sedang dikejar bersama.

“Tahun ini kita menargetkan Kabupaten Kampar naik menjadi Kabupaten Sangat Inovatif. Sebelumnya, selama lima tahun kita sudah berada pada kategori Kabupaten Inovatif. Karena itu, tahun ini kita berupaya meningkatkan capaian tersebut,” ujar Dhesy, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, keberhasilan dalam penilaian IID tidak hanya ditentukan oleh banyaknya inovasi yang didaftarkan. Kelengkapan data, dokumen pendukung, serta pemenuhan indikator penilaian juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Karena itu, Bappeda tidak hanya melakukan pendampingan secara internal, tetapi turut menggandeng tenaga ahli dari Universitas Islam Riau (UIR) serta menghadirkan narasumber dari BSKDN Kemendagri.

“Kita ingin memastikan seluruh inovasi yang dimiliki perangkat daerah dan unit pelayanan dapat terdokumentasi serta memenuhi indikator penilaian yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Dalam proses penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026, setiap inovasi harus dilengkapi berbagai dokumen pendukung. Di antaranya profil inovasi, rancang bangun, regulasi atau kebijakan yang menjadi dasar, dokumentasi pelaksanaan, data capaian atau output, dampak inovasi, serta dokumen lain sesuai indikator penilaian.

Untuk mempercepat proses tersebut, Bappeda Kabupaten Kampar telah menggelar sejumlah kegiatan pendampingan dan verifikasi. Salah satunya berlangsung pada 4 Agustus 2026 di Aula Batu Tilam Bappeda dan diikuti 137 peserta yang berasal dari perangkat daerah, kecamatan, desa, puskesmas, UPT SMP, serta UPT SD.

Selanjutnya, pada 12 Agustus 2026, Bappeda kembali menggelar rapat pengumpulan dan verifikasi data dukung IID Kabupaten Kampar Tahun 2026 di Aula Muara Takus Bappeda.

Kedua kegiatan tersebut turut melibatkan tim ahli dari UIR yang dipimpin Dr. Azharuddin Amin bersama anggota tim.

Hingga 18 Agustus 2026, sebanyak 111 inovasi telah diinput ke dalam aplikasi IID. Dari jumlah tersebut, 97 inovasi masuk kategori penerapan, 10 inovasi kategori uji coba, dan empat inovasi berada pada kategori baru atau inisiatif.

Dari keseluruhan inovasi yang telah diinput, sebanyak 57 inovasi telah mencapai tingkat kematangan.

Dhesy menegaskan, angka tersebut masih terus dioptimalkan mengingat batas akhir penginputan data inovasi Tahun 2026 ditetapkan pada 21 Agustus 2026.

“Kami mengimbau seluruh OPD dan unit kerja untuk terus berkomunikasi dengan Bappeda, termasuk dengan tenaga ahli yang mendampingi, apabila menemukan kendala dalam proses penginputan ataupun ada hal-hal yang perlu didiskusikan,” katanya.

Ia optimistis target peningkatan predikat tersebut dapat direalisasikan. Dukungan pimpinan daerah serta keterlibatan seluruh perangkat daerah dan unit pelayanan dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat capaian inovasi Kabupaten Kampar.

“Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita optimistis target Kabupaten Kampar menjadi Kabupaten Sangat Inovatif dapat tercapai,” pungkas Dhesy. (*)