Polsek Kampar Kiri Bantu Pesantren Korban Kebakaran, Salurkan Logistik dan Bersihkan Puing

Beritariau.com, Kampar -- Kepolisian Sektor (Polsek) Kampar Kiri menunjukkan kepedulian terhadap para santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, yang terdampak musibah kebakaran asrama.
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, jajaran Polsek Kampar Kiri bersama para santri dan pengelola pesantren bergotong royong membersihkan puing-puing kebakaran, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan diawali apel persiapan di Mapolsek Kampar Kiri pukul 08.00 WIB yang dipimpin Kapolsek Kampar Kiri Kompol Rusyandi Zuhri Siregar. Setelah pengarahan, personel bergerak menuju pesantren dan tiba sekitar pukul 09.30 WIB.
Kedatangan jajaran kepolisian disambut pimpinan pesantren, Buya Junaidi, bersama para santri dan santriwati. Suasana haru masih terasa setelah kebakaran melanda kompleks asrama putra pesantren tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian, Kapolsek menyerahkan bantuan sosial berupa 17 karung beras SPHP ukuran 5 kilogram, 20 papan telur ayam, 10 kardus mi instan, 30 kotak teh, 10 kilogram gula pasir serta dua kardus minyak goreng Minyakita.
Kompol Rusyandi mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri selama proses pemulihan berlangsung.
Pesantren tersebut diketahui membina 786 santri yang terdiri dari 443 santri laki-laki dan 343 santriwati. Kebakaran sebelumnya melanda kompleks asrama putra yang memiliki 290 kamar berukuran 2x2 meter dan dihuni 221 santri.
Setelah penyerahan bantuan, jajaran Polsek Kampar Kiri bersama pengelola pesantren melakukan koordinasi mengenai kondisi lingkungan pascakebakaran. Kepolisian memastikan dukungan akan terus diberikan agar proses pemulihan berjalan aman dan kegiatan pendidikan serta pengajian para santri dapat kembali berlangsung.
“Tidak berhenti pada penyaluran bantuan logistik, jajaran kepolisian bersama para santri langsung menyingsingkan lengan baju dalam aksi gotong royong pembersihan area,” ujar Rusyandi, Rabu (12/8/2026).
Personel kepolisian dan para santri kemudian membersihkan puing-puing bangunan, mengangkut material yang terbakar serta menata kembali area pesantren agar lebih bersih dan aman.
Aksi tersebut menjadi bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Tak hanya memberikan bantuan material, polisi juga turut terlibat langsung dalam proses pemulihan lingkungan pesantren.
Gotong royong diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan pascakebakaran sekaligus membangkitkan kembali semangat para santri untuk melanjutkan aktivitas belajar dan menuntut ilmu. (*)

