Buku Menembus Jeruji, Dispusip Pekanbaru Perluas Akses Literasi bagi Warga Binaan

Buku Menembus Jeruji, Dispusip Pekanbaru Perluas Akses Literasi bagi Warga Binaan

Beritariau.com, Pekanbaru -- Keterbatasan ruang gerak bukan alasan untuk berhenti belajar. Semangat inilah yang menjadi dasar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru memperluas akses literasi bagi warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dispusip Pekanbaru dan Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Selasa (11/8/2026).

Kerja sama ditandatangani Kepala Dispusip Kota Pekanbaru Drs H Muhammad Amin M.Si bersama Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru Endang Sriwati A.Md IP SH M.Si. Program ini diarahkan untuk mendorong minat baca sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan.

Muhammad Amin menilai buku dan akses informasi memiliki peran penting dalam membantu seseorang memperluas wawasan dan mengembangkan kemampuan diri. Karena itu, status sebagai warga binaan tidak semestinya menjadi penghalang untuk mendapatkan kesempatan membaca dan belajar.

“Literasi adalah hak setiap orang, termasuk warga binaan,” tegas Amin.

Melalui kerja sama tersebut, Dispusip Pekanbaru juga akan mendukung penyediaan layanan perpustakaan keliling atau pusteling. Mobil perpustakaan akan hadir langsung ke lingkungan lapas dengan membawa berbagai koleksi bacaan.

Kehadiran pusteling diharapkan memberikan pilihan bacaan yang lebih beragam bagi warga binaan tanpa harus meninggalkan lingkungan lapas. Lebih dari sekadar mengisi waktu, aktivitas membaca diharapkan dapat membuka wawasan, menambah pengetahuan, sekaligus memberikan bekal informasi dan keterampilan.

Bagi Dispusip Pekanbaru, literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca. Literasi juga menjadi bagian dari proses pembentukan diri dan persiapan seseorang untuk kembali ke tengah masyarakat.

Amin berharap kerja sama ini dapat membuat akses terhadap bahan bacaan semakin terbuka dan membantu warga binaan memanfaatkan masa pembinaan untuk terus belajar.

“Dengan membaca dan terus belajar, mereka dapat memperoleh wawasan dan bekal yang bermanfaat untuk menjalani kehidupan setelah masa pembinaan,” ujarnya. (*)