Tekan Inflasi, Pemkab Kampar dan BI Riau Perkuat Sinergi Jaga Harga Pangan

Beritariau.com, Bangkinang -- Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
Hal itu dibahas saat Bupati Kampar Ahmad Yuzar menerima kunjungan silaturahmi dan kerja jajaran pimpinan BI Perwakilan Riau di Ruang Kerja Bupati Kampar, Kompleks Perkantoran Pemkab Kampar, Bangkinang Kota, Senin (10/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketersediaan bahan pangan, memastikan distribusi berjalan lancar, serta menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.
Ahmad Yuzar mengatakan pengendalian inflasi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi dengan BI melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diperlukan agar gejolak harga pangan dapat diantisipasi sejak dini.
“Pengendalian inflasi adalah salah satu prioritas utama Pemkab Kampar. Kerja sama dengan Bank Indonesia melalui TPID sangat krusial, terutama dalam memastikan ketersediaan pasokan pangan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga bagi masyarakat,” ujar Ahmad Yuzar.
Ia menyebut Pemkab Kampar terus menjalankan sejumlah langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga. Di antaranya melalui operasi pasar murah, penguatan produksi pertanian lokal lewat Gerakan Menanam, serta pemantauan ketersediaan dan stok bahan pokok secara berkala.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi perubahan harga komoditas yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Pemerintah daerah juga terus mendorong agar produksi pangan lokal dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Syachman Perdymer, menyampaikan komitmen BI untuk terus mendukung upaya Pemkab Kampar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dukungan tersebut mencakup pendampingan di sektor ekonomi, pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga penguatan sektor pertanian dan pangan.
Menurut BI, koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas harga. Upaya pengendalian inflasi di tingkat kabupaten juga dinilai turut memberikan dampak terhadap kestabilan ekonomi Provinsi Riau secara keseluruhan.
Pertemuan itu kemudian menghasilkan komitmen untuk memperkuat koordinasi secara berkala melalui TPID. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi Kabupaten Kampar tetap terkendali sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian. (*)

