Advertorial

Jelang Satu Abad Gontor, Bupati Kampar Terima Silaturahmi Pimpinan Gontor Putri Kampus 7

Jelang Satu Abad Gontor, Bupati Kampar Terima Silaturahmi Pimpinan Gontor Putri Kampus 7

Beritariau.com, Bangkinang -- Menjelang peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, jajaran pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 7 melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 7, KH Muhammad Ma'ruf, bersama jajaran diterima langsung Bupati Kampar Ahmad Yuzar di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan itu juga menjadi ruang untuk membahas sejumlah hal terkait peran pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Kampar.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar dan pihak Gontor Putri Kampus 7 membicarakan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan. Pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, akhlak, kemandirian dan jiwa kepemimpinan.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyambut baik kunjungan pimpinan Gontor Putri Kampus 7. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan seperti Gontor telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Ia menilai pendidikan berbasis pesantren memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan generasi muda yang semakin kompleks. Pendidikan agama yang dipadukan dengan pembentukan karakter diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus berpegang teguh pada nilai moral.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar, kami menyambut baik silaturahmi ini. Semoga hubungan yang telah terjalin selama ini semakin erat dan terus melahirkan kerja sama yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan serta pembangunan karakter generasi muda di Kabupaten Kampar,” ujar Ahmad Yuzar.

Dalam kesempatan tersebut, pembahasan juga diarahkan pada rencana peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026.

Peringatan satu abad tersebut menjadi momentum penting bagi perjalanan panjang Gontor sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang telah berkontribusi dalam mencetak generasi terdidik di Indonesia.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kampar, momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan usia lembaga pendidikan, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan dan kontribusi pesantren dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ahmad Yuzar menyampaikan dukungannya terhadap rencana pelaksanaan peringatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya dalam memperkuat peran lembaga pendidikan Islam dalam membangun karakter generasi muda.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan harus terus diperkuat. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun sumber daya manusia, sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.

Sementara itu, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 7, KH Muhammad Ma'ruf, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Silaturahmi tersebut diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara Gontor Putri Kampus 7 dengan pemerintah daerah. Pihak pesantren juga menyampaikan permohonan doa dan dukungan agar seluruh rangkaian peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor dapat terlaksana dengan baik.

Peringatan 100 tahun Gontor diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian pesantren dalam bidang pendidikan, pembinaan karakter dan pembangunan generasi bangsa.

Pertemuan antara Bupati Kampar dan pimpinan Gontor Putri Kampus 7 tersebut pun menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan baik antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan. Dengan sinergi yang semakin kuat, pesantren diharapkan dapat terus mengambil peran dalam melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, mandiri serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah dan bangsa. (*)