Perkuat Sinergi, UMRI Gandeng Bank Syariah Nasional Bahas Pembiayaan Perumahan Pegawai

Perkuat Sinergi, UMRI Gandeng Bank Syariah Nasional Bahas Pembiayaan Perumahan Pegawai

Beritariau.com, Pekanbaru -- Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai lembaga sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan bagi sivitas akademika sekaligus memperkuat pengembangan institusi. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan Bank Syariah Nasional (BSN) Cabang Pekanbaru di bidang pembiayaan dan layanan keuangan syariah.

Penjajakan kerja sama berlangsung saat jajaran Bank Syariah Nasional melakukan kunjungan silaturahmi ke Kampus Utama UMRI, Kamis (6/8/2026). Rombongan BSN diterima langsung oleh Rektor UMRI, Saidul Amin, didampingi Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Aset Rahmawita serta Kepala Kantor Humas, Keprotokolan, dan Hukum UMRI, M. Anwar Siregar.

Sementara itu, dari pihak BSN hadir Branch Manager BSN Pekanbaru Edwin Barki, Sub Branch Head Harapan Raya Rosma Dewy, Sub Branch Head Ahmad Dahlan Putri Nielhandes, beserta jajaran.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dengan membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika, terutama penyediaan layanan pembiayaan berbasis syariah bagi dosen dan tenaga kependidikan.

Branch Manager BSN Pekanbaru, Edwin Barki, menjelaskan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Bank Syariah Nasional. Menurutnya, sinergi bersama UMRI menjadi langkah strategis untuk mengimplementasikan kerja sama tersebut di lingkungan perguruan tinggi.

"Kami hadir untuk mempererat silaturahmi sekaligus menindaklanjuti kerja sama yang telah dibangun bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kami berharap kolaborasi dengan UMRI dapat menghadirkan berbagai solusi layanan keuangan syariah yang tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga besar UMRI," ujar Edwin.

Dalam kesempatan itu, BSN juga memperkenalkan sejumlah produk layanan, salah satunya Program Tabungan Pensiun melalui skema Tabungan Emas dengan jangka waktu investasi hingga sepuluh tahun. Produk tersebut ditawarkan sebagai instrumen perencanaan keuangan jangka panjang yang sesuai dengan prinsip syariah.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UMRI, Saidul Amin, menyambut baik inisiatif BSN untuk membangun kemitraan dengan universitas. Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga keuangan syariah dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

"UMRI menyambut baik kehadiran Bank Syariah Nasional sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan yang produktif dan saling memberikan manfaat. Namun, kami memandang bahwa kerja sama ini perlu didukung oleh legalitas dan payung kerja sama dari tingkat pusat agar menjadi fondasi yang kuat dalam pelaksanaan program-program strategis ke depan," ungkapnya.

Saidul Amin menambahkan, UMRI memprioritaskan program kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi dosen dan tenaga kependidikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyediaan skema pembiayaan kepemilikan rumah dengan tenor jangka panjang.

"Harapan kami, nantinya dapat terbangun program pembiayaan perumahan bagi dosen dan tenaga kependidikan dengan tenor jangka panjang, minimal dua puluh tahun. Skema seperti ini akan sangat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga besar UMRI," katanya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti hasil pembahasan melalui mekanisme kelembagaan yang berlaku. Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal terwujudnya kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan dalam mendukung penguatan ekosistem keuangan syariah serta peningkatan kesejahteraan sivitas akademika UMRI.

Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, UMRI terus memperkuat implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam pengembangan tata kelola institusi, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan jejaring menuju perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (*)