Polbeng Raih Juara Harapan II OLIVIA XI 2026 Lewat Inovasi Rekayasa Lalu Lintas

Beritariau.com, Bengkalis -- Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali mengharumkan nama kampus di tingkat nasional dengan meraih Juara Harapan II pada Cabang Lomba Engineering & Built Environment, tangkai lomba Vissim Capacity Solution, dalam ajang Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI 2026 yang berlangsung di Universitas Negeri Surabaya pada 2–4 Agustus 2026.
Prestasi tersebut diraih oleh tim dari Jurusan Teknik Sipil, Program Studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan (TPJJ), yang beranggotakan Akmal Mahmudi, M. Ghaza Al Ghazali, dan M. Riski Prayoga di bawah bimbingan dosen Muhammad Idham, M.Sc.
Pada kompetisi ini, para peserta ditantang menyusun solusi rekayasa lalu lintas berbasis simulasi mikroskopik menggunakan perangkat lunak PTV Vissim melalui tema Optimizing Intersection Capacity for Urban Mobility. Tema tersebut menguji kemampuan peserta dalam menganalisis dan merancang solusi untuk meningkatkan kapasitas persimpangan serta mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan.
Akmal Mahmudi menjelaskan bahwa persiapan tim difokuskan pada penyusunan simulasi lalu lintas berdasarkan studi kasus yang diberikan panitia, sekaligus menyusun proposal sebagai syarat untuk lolos ke babak final.
"Persiapan utama kami adalah menyusun simulasi menggunakan software Vissim berdasarkan studi kasus yang diberikan panitia, kemudian menyiapkan proposal agar dapat lolos ke tahap final," ujarnya.
Kompetisi berlangsung dalam dua tahapan. Pada tahap awal, seluruh peserta diwajibkan mengirimkan proposal beserta hasil simulasi rekayasa lalu lintas. Tim yang lolos kemudian mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri pada babak final.
Tim Polbeng berhasil bersaing dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Malang (UM), serta Universitas Negeri Surabaya (Unesa) selaku tuan rumah.
Di balik keberhasilan tersebut, tim mengaku menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan informasi pada studi kasus yang disediakan. Kondisi itu menuntut mereka melakukan analisis lebih mendalam dan melengkapi berbagai data pendukung agar simulasi yang disusun dapat menghasilkan solusi yang optimal.
Meski demikian, kerja keras dan kolaborasi tim berhasil membuahkan hasil dengan membawa pulang penghargaan tingkat nasional sekaligus membuktikan kemampuan mahasiswa Polbeng di bidang rekayasa lalu lintas dan transportasi.
Akmal berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi vokasi sebagai sarana mengembangkan kompetensi sekaligus mengharumkan nama kampus.
Ia juga berharap dukungan institusi terhadap pengembangan prestasi mahasiswa terus ditingkatkan sehingga pada penyelenggaraan Olimpiade Vokasi Indonesia XII di Universitas Padjadjaran tahun depan, Polbeng dapat mengirimkan lebih banyak peserta dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi dan kemampuan teknis di bidang rekayasa lalu lintas, sekaligus memperkuat reputasi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi yang menghasilkan lulusan berkualitas dan kompetitif. (*)

