Buka Festival Literasi Riau 2026, SF Hariyanto Targetkan Minat Baca Capai 73 Persen

Buka Festival Literasi Riau 2026, SF Hariyanto Targetkan Minat Baca Capai 73 Persen

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, resmi membuka Festival Literasi Riau 2026 di Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau ini diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan kecakapan literasi digital masyarakat.

Dalam sambutannya, SF Hariyanto menegaskan bahwa literasi tidak lagi hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, serta menyaring informasi yang beredar di ruang digital. Menurutnya, kemampuan membedakan fakta dan opini menjadi bekal penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terpengaruh hoaks, penipuan digital, maupun informasi yang menyesatkan.

"Literasi harus membentuk masyarakat yang cermat dalam menerima informasi. Anak-anak kita tidak hanya harus mampu membaca, tetapi juga mampu memahami isi informasi, memeriksa sumbernya, membedakan fakta dengan pendapat, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya," ujar SF Hariyanto.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pengukuran tahun 2025, tingkat kegemaran membaca masyarakat Riau berada pada angka 58,59 persen. Pemerintah Provinsi Riau menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 73 persen pada tahun 2029 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Untuk mencapai target tersebut, SF Hariyanto meminta seluruh pemangku kepentingan, khususnya Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan guru, menghidupkan kembali fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran. Menurutnya, budaya membaca harus ditanamkan sejak dini melalui keluarga dan diperkuat di lingkungan sekolah.

"Pertama, membaca harus menjadi kebiasaan sehari-hari, dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah. Kedua, literasi harus membentuk masyarakat yang cermat dalam menerima informasi. Karena itu, saya berharap perpustakaan sekolah kembali menjadi ruang yang aktif untuk menumbuhkan budaya membaca," katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Riau juga menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas dukungannya dalam pengembangan layanan perpustakaan di daerah. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan perpustakaan digital, peningkatan kompetensi pustakawan, hingga pelestarian naskah-naskah Melayu sebagai bagian dari warisan budaya Riau.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Indra, mengatakan Festival Literasi Riau 2026 berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, seperti gelar wicara literasi, bedah buku, pertunjukan seni budaya, hingga sesi mendongeng bagi anak-anak.

Menurutnya, perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri dalam menumbuhkan minat baca masyarakat. Oleh karena itu, festival ini menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Indra juga menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Literasi Riau 2026 sepenuhnya didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Di sisi lain, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau mencatat tren positif kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Soeman HS. Sepanjang 2025, jumlah pengunjung mencapai 303 ribu orang, meningkat signifikan dibandingkan 219 ribu kunjungan pada 2024.

Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar yang memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar, terutama pada akhir pekan. Tidak hanya berasal dari Pekanbaru, pengunjung juga datang dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Hingga akhir Desember 2025, Perpustakaan Soeman HS telah memiliki 70.946 judul buku dengan total koleksi mencapai 324.632 eksemplar, menjadikannya salah satu pusat literasi terbesar di Provinsi Riau. Dengan dukungan koleksi yang terus bertambah dan berbagai program literasi yang digelar secara berkelanjutan, Pemprov Riau berharap budaya membaca dan kecakapan literasi masyarakat terus meningkat sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. (*)

Terkait