Sekolah di Tembilahan Terapkan Pembelajaran Daring Tiga Hari Akibat Serangan Monyet Liar

Ilustrasi/Net
Beritariau.com, Tembilahan -- Pemerintah Kecamatan Tembilahan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memutuskan memberlakukan pembelajaran secara daring bagi sekolah-sekolah di wilayah terdampak serangan monyet liar selama tiga hari sebagai langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula SMP Negeri 1 Tembilahan, Rabu (5/8/2026). Rapat dihadiri Pemerintah Kecamatan Tembilahan, Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil, kepala sekolah, komite sekolah, koordinator wilayah pendidikan, serta sejumlah pihak terkait guna membahas dampak meningkatnya serangan monyet liar terhadap aktivitas belajar mengajar.
Camat Tembilahan Ari Syuria menjelaskan bahwa kebijakan pembelajaran daring merupakan hasil kesepakatan bersama setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan serta masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, meningkatnya kejadian serangan monyet liar telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama orang tua yang cemas terhadap keselamatan anak-anak saat berangkat maupun pulang sekolah.
"Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama kami. Oleh karena itu, pemerintah bersama seluruh unsur yang hadir dalam rapat sepakat melaksanakan pembelajaran secara daring selama tiga hari sebagai langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko," ujarnya.
Berdasarkan hasil rapat, kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak akan dilaksanakan secara daring mulai 6 hingga 8 Agustus 2026. Apabila situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang, pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan pada 10 Agustus 2026.
Ari menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan penanganan di lapangan. Pemerintah Kecamatan Tembilahan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan keberadaan monyet liar agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Ia juga mengimbau para orang tua agar mendampingi dan mengawasi anak-anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Selain itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari tindakan yang dapat memancing keberadaan monyet liar, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah.
Sebelum keputusan ditetapkan, peserta rapat turut membahas berbagai alternatif pola pembelajaran yang dinilai paling efektif selama masa penanganan. Seluruh masukan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang mengutamakan aspek keselamatan tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pendidikan.
Pemerintah Kecamatan Tembilahan berharap penanganan terhadap satwa liar tersebut dapat segera membuahkan hasil sehingga kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung secara normal dan aman. (*)

