DPRD Kota Pariaman Pelajari Pengelolaan Infrastruktur Digital dan SPBE di Kampar

Beritariau.com, Bangkinang -- Dinas Komunikasi, Informatasi, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Kampar menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kota Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut membahas strategi percepatan transformasi digital, penguatan infrastruktur teknologi informasi, serta penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Diskominfo Kampar itu dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Pariaman, Muhammad Alnia, didampingi Wakil Ketua Yasir Arif, Sekretaris Zulkardis, serta anggota Sujardi, Hendra Saputra, dan Romi Mutia Rahman. Turut hadir jajaran Sekretariat DPRD Kota Pariaman.
Rombongan disambut Kepala Subbagian Keuangan dan Perlengkapan Diskominfo Kampar, Rohayati Yahya, mewakili pimpinan dinas. Hadir pula Koordinator Liputan Media Center Kampar Supardi serta Pranata Komputer dan Analis Jaringan, Benny Putra.
Dalam diskusi, salah satu isu utama yang dibahas adalah upaya pemerataan akses telekomunikasi di wilayah terpencil, termasuk daerah dengan kategori sinyal lemah (low signal) maupun blank spot.
Pranata Komputer dan Analis Jaringan Diskominfo Kampar, Benny Putra, menjelaskan bahwa perluasan layanan telekomunikasi dilakukan melalui koordinasi intensif dengan operator seluler berdasarkan data lapangan yang akurat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kampar secara berkala menyampaikan titik-titik lokasi yang membutuhkan penguatan jaringan, baik melalui pemasangan perangkat penguat sinyal maupun pembangunan menara telekomunikasi baru agar intervensi operator dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Selain pemerataan jaringan, Diskominfo Kampar juga memaparkan konsep Internet Satu Pintu (Single Gateway) yang diterapkan untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Melalui sistem tersebut, pengelolaan bandwidth dilakukan secara terpusat dari server utama Diskominfo.
Penerapan sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi anggaran karena menghindari pengadaan jaringan secara terpisah di setiap OPD. Selain itu, pengawasan lalu lintas data dan keamanan siber menjadi lebih optimal, sekaligus memastikan distribusi akses internet sesuai kebutuhan masing-masing instansi.
Pada kesempatan itu, Diskominfo Kampar juga memaparkan sejumlah aplikasi digital yang mendukung implementasi SPBE, di antaranya sistem presensi digital untuk pemantauan kehadiran pegawai, penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) guna mempercepat administrasi persuratan secara paperless, serta berbagai aplikasi yang mendukung operasional pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah.
Ketua Komisi I DPRD Kota Pariaman, Muhammad Alnia, mengapresiasi berbagai inovasi digital yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Kampar. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi Kota Pariaman dalam mengembangkan layanan publik berbasis digital dan memperkuat implementasi SPBE.
Kunjungan kerja ditutup dengan diskusi lanjutan, penyerahan cendera mata, serta sesi foto bersama sebagai bentuk penguatan sinergi antardaerah dalam mendorong transformasi digital pemerintahan. (*)

