Balap Ketinting Naik Kelas, Pelalawan Bidik Wisata Sport Tourism Lewat Boat Race

Balap Ketinting Naik Kelas, Pelalawan Bidik Wisata Sport Tourism Lewat Boat Race

Dok. Istimewa

Beritariau.com, Pelalawan -- Balap ketinting yang selama ini identik dengan tradisi masyarakat tepian sungai kini dikembangkan menjadi atraksi wisata unggulan di Kabupaten Pelalawan. Melalui Pelalawan Boat Race 2026 yang digelar di Desa Wisata Kuala Terusan (Kute), pemerintah daerah berupaya menjadikan olahraga air tersebut sebagai agenda tahunan sekaligus motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, 10–12 Juli 2026, puluhan juru mudi dari berbagai daerah memacu perahu bermesin modifikasi di Sungai Kampar. Perlombaan menghadirkan beberapa kelas, mulai dari mesin 110 cc, 200 cc hingga kelas super engine 650 cc yang menjadi daya tarik utama.

Bupati Pelalawan, Zukri, mengatakan balap ketinting yang sebelumnya hanya digelar di tingkat desa kini dikemas menjadi event yang lebih profesional dan berpotensi menjadi destinasi sport tourism di Riau.

"Balap perahu atau ketinting yang biasa digelar di desa atau kampung di Pelalawan sekarang akhirnya naik kelas. Kami melihat ini sebagai potensi wisata yang sangat menjanjikan dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa," ujarnya, Senin (13/7/2026).

Menurut Zukri, penyelenggaraan Boat Race tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menegaskan, Pelalawan Boat Race akan ditetapkan sebagai agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

"Ini akan menjadi event tahunan sebagai bagian dari upaya mengembangkan pariwisata sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Salah satu keunikan ajang tersebut adalah hadirnya kelas Super Engine 650 cc, yang menurut Zukri merupakan kategori balap yang selama ini hanya berkembang di Thailand dan kini mulai diperkenalkan di Indonesia melalui Pelalawan.

Perlombaan diikuti 69 juru mudi dan semakin semarak dengan kehadiran pembalap serta kreator konten otomotif asal Kalimantan yang dikenal dengan nama Mama Racing, sehingga menarik ribuan penonton memadati tepian Sungai Kampar.

Selain perlombaan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi Desa Wisata Kuala Terusan (Kute) yang dikenal memiliki fenomena unik Pantai Kute, hamparan pasir putih yang muncul saat debit air Sungai Kampar surut.

Kepala Dinas Pariwisata Pelalawan, Dodi Asmara Saputra, mengatakan Boat Race menjadi media efektif untuk memperkenalkan potensi wisata Kuala Terusan kepada masyarakat luas.

"Selain balap ketinting, event ini menjadi ajang promosi Desa Wisata Kuala Terusan. Di sana terdapat Pantai Kute yang hanya muncul ketika air Sungai Kampar surut dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap pengembangan Boat Race sebagai agenda wisata tahunan mampu memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata berbasis sungai, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (*)

Terkait