Polbeng Tanam 12 Ribu Bibit Cabai, Dorong Ketahanan Pangan Desa dengan Teknologi Tepat Guna

Polbeng Tanam 12 Ribu Bibit Cabai, Dorong Ketahanan Pangan Desa dengan Teknologi Tepat Guna

Beritariau.com, Bengkalis – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program "Polbeng Membangun Desa". Bersama Kelompok Tani Milenial dan Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Polbeng melakukan penanaman lebih dari 12.000 bibit cabai merah varietas Caplak Pelita F8 di Desa Pambang Baru, Kabupaten Bengkalis, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan berkelanjutan yang telah dijalankan Polbeng sejak 2021. Melalui program tersebut, perguruan tinggi vokasi ini tidak hanya mendampingi petani dalam teknik budidaya, tetapi juga membantu pengembangan usaha hingga pemasaran hasil panen.

Ketua Kelompok Tani Milenial, Abdul Rajak, menjelaskan berbagai inovasi teknologi telah diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Teknologi tersebut meliputi sistem Internet of Things (IoT) untuk pemantauan lahan, pagar listrik sebagai pengaman tanaman, serta mesin pengaduk pupuk yang mempermudah proses produksi.

"Setelah penanaman, kami akan melakukan pemeliharaan secara intensif. Dalam waktu dua hingga tiga bulan diperkirakan sudah dapat dipanen. Setiap tanaman diproyeksikan menghasilkan sekitar dua kilogram cabai, dengan total panen diperkirakan mencapai ratusan kilogram," ujarnya.

Abdul juga berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian. Ia bahkan mendorong Polbeng membuka program studi pertanian guna mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang tersebut.

Saat ini, hasil panen Kelompok Tani Milenial dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di Bengkalis, termasuk Pasar Terubuk.

Sementara itu, Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polbeng, Labriel Hadi, mengatakan dukungan yang diberikan kampus mencakup penyediaan Teknologi Tepat Guna (TTG) secara menyeluruh, mulai dari pembajakan lahan, pembangunan saluran irigasi, hingga penerapan sistem pertanian berbasis IoT.

Selain aspek teknis, Polbeng juga memberikan pendampingan dalam pengembangan bisnis dan pemasaran melalui dosen-dosen Jurusan Administrasi Niaga agar kelompok tani mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian, Purwo Subekti, mengapresiasi model pendampingan yang dilakukan Polbeng. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa menjadi contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Melalui program Polbeng Membangun Desa, Politeknik Negeri Bengkalis kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan desa, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong lahirnya petani muda yang inovatif dan berdaya saing. (*)