Pemko Pekanbaru Bentuk Poli Stunting, Dinkes Gandeng RSUD Arifin Ahmad Tekan Kasus Gizi Buruk
Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menjalin kerja sama dengan RSUD Arifin Ahmad untuk memperkuat penanganan balita stunting, wasting, underweight, dan kurang gizi melalui pembentukan poli khusus stunting.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat (3/7/2026) tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemko Pekanbaru dalam mempercepat penurunan angka stunting di ibu kota Provinsi Riau.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan keberadaan poli khusus stunting di rumah sakit diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal dan terfokus bagi anak-anak yang membutuhkan penanganan khusus.
"Melalui MoU ini, rumah sakit akan memiliki poli stunting. Penanganan balita stunting tidak lagi digabungkan dengan poli anak, tetapi memiliki layanan tersendiri sehingga penanganannya bisa lebih fokus," ujarnya.
Hazli menjelaskan, sebelumnya poli stunting juga telah dibentuk di RSD Madani. Ke depan, Dinkes Kota Pekanbaru akan memperluas kerja sama serupa dengan sejumlah rumah sakit swasta agar layanan penanganan stunting semakin mudah diakses masyarakat.
Selain menggandeng rumah sakit, Dinkes juga telah berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) guna memperkuat upaya penanganan stunting melalui pendampingan tenaga medis spesialis.
Menurutnya, poli stunting akan menerima rujukan balita yang terindikasi mengalami stunting berdasarkan hasil pemantauan kader Posyandu maupun tenaga kesehatan di puskesmas.
Balita yang telah diperiksa dan dipastikan mengalami stunting oleh dokter spesialis anak selanjutnya akan mendapatkan penanganan secara komprehensif di Poli Stunting sesuai kondisi medis masing-masing.
Melalui pembentukan layanan khusus tersebut, Pemko Pekanbaru berharap intervensi terhadap kasus stunting dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terintegrasi, sehingga mampu meningkatkan status gizi serta kualitas tumbuh kembang anak di Kota Pekanbaru. (*)

