HLUN ke-30 Jadi Momentum Inhil Perkuat Layanan Lansia dan Perangi Stunting

Beritariau.com, Tembilahan - Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Kabupaten Indragiri Hilir tahun ini tidak sekadar menjadi ajang penghormatan bagi para lansia. Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk meluncurkan sejumlah inovasi pelayanan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup generasi masa kini dan masa depan.
Bupati Indragiri Hilir, Herman, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti Herman, menghadiri langsung kegiatan yang digelar di halaman rumah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Inhil, Kamis (11/6/2026). Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir.
Berbagai program dan layanan diperkenalkan kepada masyarakat dalam kesempatan tersebut. Mulai dari peluncuran Inovasi SIBESTI (Stimulasi Integrasi Balita Risiko Stunting), aplikasi SATU INHIL, penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi balita stunting, hingga bantuan rumah layak huni dari Baznas Provinsi Riau.
Tak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan pembagian hadiah lomba pelayanan lansia di Posyandu serta pemeriksaan kesehatan gratis yang disambut antusias masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Herman menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak dini. Menurutnya, menciptakan generasi yang sehat secara fisik maupun mental merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan daerah dan bangsa.
Ia mengungkapkan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Kabupaten Indragiri Hilir pada tahun 2024 mencapai 25 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 18,8 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menyusun langkah-langkah percepatan penanganan stunting.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemkab Inhil meluncurkan Inovasi SIBESTI yang difokuskan untuk memberikan layanan stimulasi tumbuh kembang bagi balita berisiko stunting. Program ini diharapkan mampu membantu optimalisasi perkembangan motorik halus maupun motorik kasar anak sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Selain SIBESTI, pemerintah daerah juga memperkenalkan Aplikasi SATU INHIL yang dirancang sebagai sistem integrasi data masyarakat. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mendukung pelayanan kesehatan, penanganan berbagai persoalan sosial, serta pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti Herman, menilai peringatan HLUN menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian terhadap kelompok lanjut usia tanpa mengabaikan perhatian kepada generasi muda.
Menurutnya, para lansia yang telah memberikan kontribusi besar bagi keluarga dan daerah harus tetap mendapatkan pelayanan dan perhatian yang layak. Di sisi lain, anak-anak sebagai generasi penerus juga perlu memperoleh pendampingan yang optimal agar tumbuh sehat dan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul di masa mendatang.
Melalui kolaborasi berbagai program sosial, kesehatan, dan kependudukan yang diluncurkan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berharap dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, sekaligus memperkuat fondasi menuju Inhil Hebat yang berdaya saing dan berkualitas. (*)

