Advertorial Pemkab Rokan Hilir

Pemkab Rohil sambut baik Swasembada Pangan 2017

Pemkab Rohil sambut baik Swasembada Pangan 2017

Panen Padi di Wilayah Kabupaten Rohil

Beritariau.com, Rohil - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menyambut baik program swasembada pangan Nasional tahun 2017 yang digagas oleh Presiden Joko Widodo. Menindaklanjuti program tersebut Pemkab Rohil bergerak cepat menggelar rapat dalam rangka mendukung program itu.

Bupati Rohil Suyatno mengatakan, rapat yang digelar ini merupakan tindak lanjut dari pemerintah pusat dan Provinsi Riau untuk membahas peningkatan swasembada pangan di Rohil.

 

Dalam rapat ini juga, digelar Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Rohil bersama TNI yang diwakili Komando Distrik Militer (Kodim) 0303 Bengkalis untuk membantu mensukseskan program tersebut.

Program ini juga dilakukan mengingat alih fungsi lahan di Rohil semakin meningkat, oleh dari itu, dengan adanya program ini, diharapkan produktivitas swasembada pangan seperti padi, jagung dan kedelai terus meningkat.

Dandim 0303 Bengkalis Letkol Arh Wahyu Dwi Ariyanto mengaku, pada dasarnya pihaknya siap membantu dalam meningkatkan swasembada pangan di Rohil. Bahkan, terus memberikan motivasi kepada para petani untuk tetap bertahan dilahan pertanian pangan.

Pihaknya juga berharap dengan adanya program tersebut diharapkan bisa meningkatkan kembali produktivitas swasembada pangan di negeri seribu kubah. Menuruntya, jika Pemerintah daerah dibantu TNI dan petani bertekad, maka Rohil 2017 siap menuju swasembadaya pangan di Provinsi Riau.

"Kejayaan itu kita buka lagi. Jika tak bisa sepenuhnya menjadi daerah penghasil padi, maka separuhnya saja pun sudah baik. Kita sendiri sudah komit, sebagaimana yang diintruksikan Bapak Priseden RI Joko Widodo, bahwa Indonesia harus menjadi daerah swasembada pangan," sebut Suyatno.

Dijelaskannya, dahulu ketika masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rohil merupakan lumbung padi terbesar di Propinsi Riau. Namun, kini produksi padi menurun lantaran banyaknya alih fungsi lahan.

Untuk mengembalikan kejayaan masa lalu dalam program peningkatan ketahanan pangan Nasional, jelasnya, pemerintah daerah bergandeng tangan bersama TNI-AD dan kelompok tani untuk mengatasi persoalan ini nantinya.

 

Hasilnya, akan dapat dirasakan dalam tiga tahun kedepan, dimana sektor pertanian di Rohil dapat meningkat pesat dan berkembang sebagai salah satu daerah penghasil lumbung padi terbesar di Propinsi Riau.

"Untuk Riau, Kabupaten Rohil masih yang terbaik kedelainya. Dan, daerah Darusalam daerahnya sangat potensi untuk tanaman kedelai dan jagung. Saya berharap bisa tetap dipertahankan. Targetnya, Indonesia harus menjadi daerah swasembada pangan 2017," paparnya.

Terpenting, menurut Suyatno, Rohil harus menjadi yang terbaik dalam bidang pertanian dan palawija. Jika Indonesia tak dapat melaksanakan program swasembada pangan, dipastikan dapat terjadi krisis pangan kedepannya. Karena, lanjutnya, sekarang ini sudah terjadi perang energi pangan dan air.

Suyatno mencontohkan, dirimbo melintang bisa tanam 3 kali setahun artinya Indeks Pertanaman 300. Kemudian, di Rimbo Melintang memiliki pompanisasi untuk mengatur irigasi air. Rohil sendiri memiliki areal 141 hektar yang masih berstatus Quo dan terkendala tidak bisa diolah menjadi tambahan areal pertanian.

"Kalau itu bisa diolah menjadi areal pertanian, dipastikan dapat menambah luas pertanian padi nantinya," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Rohil Ir Muslim mengaku, sepuluh tahun lalu, Rohil memiliki areal tanaman pertanian seluas 43 ribu hektar. Namun, seiring berjalannya waktu terjadi alih fungsi lahan tersisa hanya 32 ribu hektar.

Diterangkannya, jumlah kerusakan infrastruktur saluran irigasi daerah sepanjang 1.983,15 kilometer atau 82 61 persen dan daerah rawa 4 kilometer lebih atau 78,29 persen.

Hal ini dikarenakan, produktivitas dan kualitas SDM petani rendah termasuk dalam penerapan teknologi dan manajemen kelembagaan penunjang belum berjalan optimal dan akselibilitas petani terhadap modal lemah.

Meski demikian, hingga kini lahan pertanian padi masih tetap ada seperti Kecamatan Bangko, Kubu, Pekaitan, Rimba melintang dan Kecamatan Sinaboi.

Khusus di wilayah Kecamatan Rimba Melintang kondisinya berbeda dengan kecamatan lainnya. Dimana panen raya di Kecamatan Rimba Melintang dilakukan 3 kali dalam satu tahun. Ini dikarenakan daerah tersebut memiliki jaringan irigasi berupa pompanisasi jumrah. [adv]