Hanya 15 Personil Awasi 500 ribu Warga
Siap pecat polisi jika terlibat narkoba, Kapolres Bengkalis rayu pecandu serahkan diri, jika tidak..

ilustrasi
Beritariau.com, Bengkalis - Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono menegaskan dirinya tak segan-segan memecat anggota polisi jika terbukti terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Setiap anggota yang terlibat akan diproses secara terang-benderang dan dihukum sesuai prosedur kepolisian.
Hal ini disampaikannya saat kegiatan penyuluhan narkoba dalam rangka pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Mapolres Bengkalis, Jumat (12/08/16).
Dihadapan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bengkalis, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, masyarakat Kecamatan Bengkalis dan Bantan dan mantan pecandu narkoba, Wicak mengaku membutuhkan kerjasama seluruh pihak agar mampu membersihkan Kabupaten ini dari bahaya narkoba.
Tugas ini, menurutnya, cukup berat. Lantaran personil Satuan Narkoba Polres Bengkalis hanya berjumlah 15 orang, sedangkan warga di Kabupaten Bengkalis yang harus diawasi mencapai 500 ribu orang.
"Tak akan mampu mengawasi secara keseluruhan soal penyalahgunaan narkoba tanpa ada peran serta dari masyarakat," ungkapnya.
Oleh sebab itu, peran serta masyarakat, salah satunya dengan menyampaikan pada orang-orang di sekitar tentang bahaya narkoba dan menyadarkan masyarakat demi memerangi narkoba.
"Ibaratnya, ketika akan membersihkan suatu tempat, maka perlu bersih dulu tempatnya sendiri. Pengalaman saat saya tugas Tembilahan, akan saya teruskan di Bengkalis. Ketika ada anggota terlibat, maka akan tetap diproses dan bahkan mungkin dengan ancaman dipecat," tegasnya.
Selain itu, tambahnya, ketika ada sanak famili atau dirinya sendiri kecanduan narkoba, Wicak meminta agar segera melaporkan untuk dilakukan rehabilitasi. Jika tidak dilakukan, sudah pasti pihaknya selaku penegak hukum akan menangkap.
"Kita bekerjasama dengan Kejaksaan, Dinas Kesehatan dan instansi lainnya, telah sepakat akan membantu melakukan penyembuhan terhadap korban narkoba agar generasi bangsa bisa kita selamatkan," tutupnya. [red]

