Peracik ratusan botol serum palsu di Pekanbaru diburu

Peracik ratusan botol serum palsu di Pekanbaru diburu

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Polresta Pekanbaru saat ini sedang memburu seorang sales inisial R yang diketahui peracik serum palsu yang diamankan dari dua orang temannya sebagai penyalur inisial R dan S. ‎Selain itu, dari apotik Leking Farma, polisi juga menyita sejumlah serum palsu dan menangkap pemiliknya inisial BY.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Tonny Hermawan mengatakan, ketiga tersangka tersebut mendapat serum palsu dari R yang merupakan peraciknya.

"Jadi sumber serum diduga palsu itu semua dari R, seorang sales yang bersomisili di Pekanbaru. Setelah kita cek ke rumahnya, yang bersangkutan sudah tidak ada," ujar Tonny Jumat (05/08/16).

Menurut Tonny, tiga orang tersangka sebelumnya yakni P, S dan BY mengaku hanya sebagai kurir atau sales penyalur serum palsu tersebut, sedangkan bos nya yakni R yang meracik sendiri serum tersebut.‎

"Ketiga tersangka baru pertama kali melakukan ini, itu kita selidiki laki apa benar atau tidak. Kemudian kita selidiki apotik dan klinik mana saja yang menerima serum diduga palsu dari mereka," pungkas Tonny.

Polresta Pekanbaru sebelumnya berhasil mengungkap peredaran serum palsu pada Senin (01/08/16) kemarin.

Sebanyak 200 serum palsu tersebut diamankan dari tangan dua orang tersangka berinisial PS dan Sa. Kemudian dilakukan pengembangan, dan menangkap BY sebagai pemilik apotik Lekong Farma yang menjual serum diduga palsu.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, tidak menampik kalau serum palsu ini telah beredar di Pekanbaru. Namun, untuk lebih memastikannya, penyidik tentunya harus melakukan penyidikan lebih dalam.

Menurutnya, terkait vaksin ataupun serum palsu ini telah menjadi isu nasional. Dimana, sejumlah daerah disinyalir telah terdapat peredaran vaksin ataupun serum palsu.

"Vaksin atau serum palsu memang beredar di beberapa daerah di Indonesia. Untuk di Riau khususnya Pekanbaru, masih terus didalami. Seperti yang diungkap jajaran Polsek Rumbai Pesisir, dan hasil kegiatan di apotek yang diduga terdapat serum palsu," tegas Guntur. [red]‎