Diduga palsu, 200 botol serum diamankan dari Apotik di Pekanbaru

Diduga palsu, 200 botol serum diamankan dari Apotik di Pekanbaru

FOTO Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Tonny Hermawan saat Ekspos di Mapolres

Beritariau.com, Pekanbaru - Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru mengamankan 200 botol serum diduga palsu dari dua orang sales penjual inisial S dan P. ‎Serum itu untuk anti tetanus atau Biosat yang biasanya digunakan untuk anak-anak.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan mengatakan, kedua sales itu berniat memasarkan ratusan botol serum palsu yang bernilai ratusan juta rupiah itu ke sejumlah apotik dan klinik di kota Pekanbaru. 

"Yang ini kita amankan serum dari tangan dua orang tersangka inisial S dan P," ujar Tonny di Mapolresta Pekanbaru, Rabu (03/08/16).

Dikatakan Tonny, kedua tersangka merupakan warga Kota Pekanbaru itu, dan bekerja sebagai pemasar atau marketing serum tersebut. Namun, mereka malah menjual serum yang tidak asli alias palsu. Keduanya mengaku hanya sebagai penjual, bukan yang membuat serum palsu.

"Kita masih mendalami, apakah benar pengakuan tersangka ini hanya sebagai penjual atau pembuat. Kita melakukan pengembangan," ucap Tonny.

Menurut Tonny, pihaknya bersama BBPOM mengungkap kasus serum palsu ini berdasarkan adanya temuan  20 botol vaksin palsu yang terdiri 10 botol Anti Bisa Ular (ABS) dan 10 botol ATS (Anti Tetanus Serum) oleh BBPOM Pekanbaru pada akhir Juni 2016 lalu.

Atas temuan itulah BBPOM dan Polisi kemudian membentuk tim untuk mencari tahu mana saja yang menjual dan mendistribusikan vaksin dan serum palsu. Setelah melakukan penyelidikan dan pemetaan, polisi berhasil mengidentifikasi kedua tersangka itu.

"Kedua pelaku kita pancing, anggota menyamar sebagai pembeli. Setelah transaksi lalu ditangkap karena barang yang mereka jual serum palsu," jelas Tonny.

Tonny menjelaskan, untuk tersangka P ditangkap di sebuah pusat perbelanjaan Kota Pekanbaru.

Lalu petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap temannya, yakni tersangka S di jalan Riau kecamatan Payung Sekaki.

Keduanya ternyata menyimpan sebanyak 200 botol serum diduga palsu yang akan didistribusikan. [red]‎