Kapolda Riau Geram, Kerusakan Mangrove di Meranti Diduga Akibat Cukong Arang

Kapolda Riau Geram, Kerusakan Mangrove di Meranti Diduga Akibat Cukong Arang

Penampakan kerusakan hutan mangrove disalah satu pesisir pantai di Provinsi Riau, Senin (27/4/2026). (Dok. Polda Riau.)

Beritariau.com, Pekanbaru - Herry Heryawan menyuarakan kemarahan atas rusaknya hutan mangrove di sejumlah wilayah pesisir Riau, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kerusakan tersebut disebut dipicu oleh penebangan mangrove secara masif yang diduga berkaitan dengan aktivitas cukong pengusaha arang.

Kapolda menegaskan bahwa praktik perusakan mangrove tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam masa depan masyarakat pesisir serta kedaulatan negara. Ia menyebut setiap hilangnya garis pantai akibat abrasi dapat memengaruhi batas wilayah maritim Indonesia.

Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di Pulau Rangsang dan Kecamatan Tebing Tinggi, dengan abrasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Data yang disampaikan menunjukkan ribuan hektare mangrove telah rusak dan ratusan kilometer garis pantai berada dalam kondisi kritis.

Untuk mengusut kasus ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melalui Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) telah turun ke lapangan melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Herry Heryawan menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap siapa pun yang merusak ekosistem mangrove demi keuntungan pribadi. Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya kejahatan lingkungan, tetapi juga kejahatan terhadap masa depan generasi mendatang.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas penebangan mangrove ilegal di wilayah pesisir. Selain penegakan hukum, Kapolda menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya rehabilitasi mangrove secara menyeluruh.

Upaya tersebut mencakup penguatan pengawasan wilayah pesisir, peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, serta program restorasi ekosistem mangrove yang berkelanjutan demi menahan laju abrasi di pesisir Riau. (*)