Diskusi Sehari Membahas Panjangnya Rantai Distribusi CPO di Rohul

SPKS Gandeng Unilever untuk "Selamatkan" Harga Sawit di Rohul

SPKS Gandeng Unilever untuk "Selamatkan" Harga Sawit di Rohul

Diskusi sehari dengan nara sumber dari Unilever ini merupakan salah satu upaya serikat petani mengkampanyekan pencerdasan dan memutus mata rantai penjualan CPO yang panjang

Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit  merosot terutama memasuki perayaan hari besar seperti idul fitri. Salah satu penyebab anjloknya harga kelapa sawit di tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) karena produksi crude palm oil (CPO) perusahaan yang dijual masih melalui mata rantai yang panjang.

Ini menjadi keprihatinan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Rohul bersama Unilever untuk menggelar diskusi sehari bersama PKS di Rohul, Jumat (29/7/2016).

Menurut Ketua SPKS Rohul, Muhammad Nasir Sihotang, mereka sengaja mendatangkan nara sumber dari Unilever sebab perusahaan ini sebagai pembeli terbesar CPO, mencapai 35 persen.

"Melihat fenomena tidak berkesudahan inilah, menarik simpati kita  untuk menggelar diskusi dengan PKS Non Kebun dan dihadiri oleh perwakilan dari perusahaan Unilever sebagai salah satu perusahaan besar sebagai pembeli CPO," terangnya.

Diskusi sehari dengan nara sumber dari Unilever ini merupakan salah satu upaya serikat petani mengkampanyekan pencerdasan dan memutus mata rantai penjualan CPO yang panjang  sehingga harga sawit petani lebih tinggi dan dihargai pantas.  jelas Hotang.

Pasalnya luas lahan petani swadaya di Kabupaten Rohul saat ini mencapai  286 ribu hektar tentunya jumlah ini tergolong besar tentu petani sawit ini merupakan penghasil cpo terbesar jika dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki kebun.

Dengan  dihadirkannya  pihak Unilever, diharapkan dapat membantu meningkatkan segi harga TBS sawit dan CPO Sebab pembeli CPO dari PKS langsung dari pengusaha indrustri hilir. Yaitu antara PKS dengan Unilever sedangkan sebelumnya perusahaan pks non kebun menjual cpo masih menggunakan rantai panjang  di bawah perusahaan unilever dan baru ke Unilever.

"Kita  juga sangat  kecewa dengan peserta diskusi yang sedikit,  karena dari 15 PKS non kebun di Rohul yang diundang hanya tiga perwakilan PKS yang hadir Padahal kegiatan ini akan menguntungkan pihak perusahaan," keluhnya. [cp]