Wanita Asal Garut Tewas Terbakar di Kampar, Keluarga Merasa Ada KejanggalanÂ

Ilustrasi/Net
Beritariau.com - Kabar duka datang dari Garut. Seorang perempuan muda, Nita Anita Sari (24), dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami peristiwa kebakaran di Kabupaten Kampar. Namun di balik tragedi tersebut, keluarga korban justru mencium adanya kejanggalan yang hingga kini belum terjawab.
Kasus ini mulai menjadi perhatian publik setelah anak korban yang masih berusia tiga tahun dipulangkan ke kampung halamannya. Proses pemulangan dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBPPPA) Garut, setelah menerima laporan bahwa sang balita ditemukan dalam kondisi hidup sendiri usai ibunya meninggal dunia.
Menurut keterangan pihak dinas, koordinasi segera dilakukan dengan rumah sakit serta unit perlindungan perempuan dan anak di Kampar untuk memastikan kondisi korban dan anaknya. Setelah melalui proses tersebut, sang anak akhirnya berhasil dipulangkan dan kini telah berada dalam pengasuhan keluarga di Garut.
Sementara itu, nasib tragis menimpa Nita. Ia diketahui mengalami kebakaran pada akhir Maret 2026 dan sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bangkinang. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada 1 April 2026. Jenazah korban kemudian dimakamkan di Kampar, berdasarkan kesepakatan keluarga yang mempertimbangkan faktor ekonomi.
Di balik kejadian tersebut, pihak keluarga mengungkap sejumlah kejanggalan. Salah satunya adalah keterlambatan informasi yang mereka terima. Keluarga mengaku baru mengetahui kabar insiden tersebut setelah sekitar satu minggu, itupun bukan dari suami korban, melainkan dari tetangga.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar. Terlebih, hingga kini suami korban tidak pernah menghubungi keluarga dan keberadaannya pun tidak diketahui. Bahkan saat anak korban dipulangkan ke Garut, sosok suami tersebut tidak muncul maupun memberikan kabar.
Fakta-fakta ini memperkuat kecurigaan keluarga bahwa ada sesuatu yang tidak beres di balik kematian Nita. Mereka berharap aparat kepolisian di Kabupaten Kampar dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Kini, di tengah duka dan tanda tanya yang belum terjawab, keluarga hanya berharap keadilan dan kejelasan atas apa yang sebenarnya terjadi pada Nita, sementara sang anak harus melanjutkan hidup tanpa kehadiran ibunya. (*)

