Perbatasan 2 Desa di Kecamatan Rambah

Aparat kaget, 1,5 Ha lahan di Rohul terbakar, 2 Desa malah kompak: bukan wilayah desa saya, Pak!

Aparat kaget, 1,5 Ha lahan di Rohul terbakar, 2 Desa malah kompak: bukan wilayah desa saya, Pak!

FOTO : Tim Gabungan Polri, TNI & BPBD Padamkan Api Di Kecamatan Rambah Kabupaten Rohul

‎Beritariau.com, Rohul - Tim Gabungan dari TNI POLRI dan BPBD Kabupaten Rohul bersama masyarakat, Kamis 14/07/16), berjuang memadamkan api yang melalap lahan karet tua yang sudah di imas tumbang seluas 1,5 hektar yang berlokasi di perbatasan 2 Desa di Kecamatan Rambah.

Anehnya, saat Tim Gabungan ke lokasi lahan guna melakukan pemadaman dan pendataan sebagai laporan, tak ada satupun aparat dari 2 desa yang berbatasan itu mengakui wilayah lahan terbakar itu.

‎Lahan yang terbakar ini diketahui dari temuan Danramil 02 Rambah Kapten Arm Alza Septendi, yang melihat asap yang membumbung tinggi ke atas awan.

‎"Sekitar pukul 11.30 wib saya melihat adanya asap yang tebal ke atas awan, makanya saya mencari daerah mana yang terbakar," ungkap Alza kepada wartawan.

Setibanya di lokasi asap, dimana sebelumnya Alza telah berkoordinasi dengan Polsek Rambah dan BPBD Rohul untuk mencari lokasi asap dan akhirnya menemukan sumber asap berasal dari lahan tanaman Karet tua yang sudah di imas tumbang seluas 1,5 Ha terbakar.

Selanjutnya, Tim Gabungan langsung melakukan pemadamkan api dengan menggunakan 3 unit Mobil Damkar milik BPBD Rohul yang dikerahkan ke lokasi kebakaran lahan.

Kapolsek Rambah Samo AKP Masjang Efendi menjelaskan, sebanyak 25 orang personil ikut dalam kegiatan pemadaman api yang tergabung dari Personil TNI sebanyak 5 Orang, Personil Polsek Rambah 5 Orang, BPBD Rohul 10 Orang dan masyarakat sebanyak 5 Orang.

"Kita bersama Koramil 02 Rambah dan BPBD Rohul cepat tanggap akan kebakaran lahan yang ada di wilayah kita. Makanya, bisa kita pastikan personil yang ikut bekerja memadamkan api sebanyak 25 orang," jelas Masjang kepada wartawan di lokasi.‎

Saat pemadaman berlangsung, Kapten Alza bersama AKP Masjang Efendi berusaha menanyakan tentang pemilik lahan yang terbakar di wilayah batas 2 Desa yaitu antara Desa Suka Maju dan Desa Rambah Tengah Barat.

Disinilah Tim Gabungan sedikit kebingungan. Pasalnya, tak ada satupun aparat dari dua Desa yang berbatasan ini yang mengakui bahwa lahan yang terbakar ini masuk dalam wilayah Desa mereka.

"Ini masuk wilayah Desa mana Pak?," tanya Kapten Alza kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Suka Maju bernama Anwar.

"Kalau ini bukan masuk wilayah Desa Suka Maju, Pak," jawab Anwar menjelaskan kepada Kapolsek dan Danramil 02 Rambah.

Selang beberapa menit kemudian, Sofyan, Kades Desa Rambah Tengah Barat tiba dilokasi lahan yang terbakar. Ia sengaja dipanggil untuk menentukan sebenarnya lahan yang terbakar ini masuk wilayah Desa mana.

Mengejutkan. Kades Desa Rambah Tengah Barat Sofyan juga menolak mengakui bahwa lahan yang terbakar adalah wilayah desanya.

"Kalau ini bukan masuk wilayah desa saya, Pak," tutur Sofyan yang mengejutkan Danramil 02 Rambah, Kapolsek Rambah dan Kopda Dedy Nofery Samosir, yang sedang asik ingin membuat laporan tentang kondisi dan status lahan yang terbakar.

Hingga kini belum bisa di pastikan wilayah lahan yang terbakar masuk wilayah Desa Suka Maju atau Desa Rambah Tengah Barat. Sebab, aparat dari 2 desa yang berbatasan itu malah kompak tak mengakui status lahan yang terbakar itu. Namun yang pasti, areal itu masih wilayah Kecamatan Rambah.

Sementara itu, lokasi kebakaran lahan seluas 1,5 Ha saat ini sudah di pasang garis Polisi untuk penyidikan lebih lanjut oleh pihak Polsek Rambah. [red]