Asyik mandi, dua bocah kakak beradik di Inhil diserang buaya

ilustrasi
Beritariau.com, Inhil - Dua orang anak diterkam buaya sbb di tepi sungai Parit Batil RT 12 RW 7 Desa Sungai Iliran Kecamatan Gaung Anak Serka kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kedua korban yakni AL (12) dan CEK (8), yang berdomisili tak jauh dari lokasi munculnya buaya pemangsa manusia itu.
Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik, Kamis (14/07/16) mengatakan, peristiwa yang menimpa dua kakak beradik itu terjadi pada Rabu (13/07/16) sekitar pukul 16.00 wib.
"Saat itu, kedua korban mandi di Tempat kejadian perkara. AL tidak melihat adiknya CEK, dan ketika berusaha mencari dengan cara memanggil nama adiknya, setelah 15 menit kemudian korban AL melihat adiknya CEK timbul ke permukaan air bersama buaya yang menerkam kaki sebelah kanan adiknya," kata Wicak.
Sejurus kemudian, AL berusaha menarik baju adiknya CEK dengan posisi tangan kanan memegang tepi pompong (perahu tradisional) dan tangan kiri menarik baju adiknya CEK. Terjadi aksi tarik menarik antara AL dengan hewan predator tersebut.
Beberapa menit 'bergelut' melawan tenaga buaya, AL akhirnya berhasil menarik adiknya ketepi. Namun buaya tersebut kembali berusaha menerkam AL dan mengenai tangan sebelah kirinya. Namun buaya tersebut kembali melepas gigitannya.
Tak tahan lagi melawan hewan mamalia itu, kemudian AL dan adiknya berteriak minta tolong dan naik ke atas pompong. Mendengar teriakan tersebut, ibu korban langsung datang dan meminta bantuan warga sekitar.
"Kedua korban langsung dibawa berobat ke Puskemas Desa Sungai Iliran Kecamatan Gaung Anak Serka," ucap Wicak lagi.
Dijelaskannya, atas kejadian tersebut korban AL mengalami luka gigitan pada telapak tangan sebelah kiri, sedangkan adiknya CEK mengalami gigitan di betis kaki sebelah kanan. Sampai saat ini kondisi kedua korban masih dalam perawatan.
"Kedua korban telah diberikan pengobatan dan sudah kembali beristirahat di rumah. Situasi di lokasi aman terkendali. Petugas bersama pihak berwenang terkait hewan ini sedang memburu keberadaan buaya itu," pungkas Wicak. [red]

