Polisi pastikan tulang yang ditemukan adalah kerangka tubuh Angelica

Polisi pastikan tulang yang ditemukan adalah kerangka tubuh Angelica

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Bidang Dokter dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Riau menyatakan tulang manusia yang ditemukan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar identik dengan tubuh Angelica Boru Pardede (11 tahun).

"Setelah melakukan uji forensik, dan pemeriksaan antemortem terhadap jasad tersebut, positif kerangka korban (Angelica)" ujar Kabid Dokkes Polda Riau AKBP Dadang Kurnia, Selasa (29/03/16).

Dikatakan Dadang, data antermortem yang dijadikan acuan meliputi, ciri pakaian, properti, data medis dan kaca mata korban yang ditemukan pada tulang belulang tersebut.

"Pakaian yang digunakan korban saat dilaporkan menghilang sama dengan pakaian yang melekat pada jasad, dan propertinya," jelas Dadang.

Dadang menjelaskan, dari hasil keterangan saksi, korban semasa hidupnya memakai kacamata, dan itu ditemukan di lokasi kejadian di Jalan Lintas Timur KM 15, persisnya di semak-semak samping jalan.

"Tulang jasad korban, jika diukur dari panjang diperkirakan berusia antara 10 sampai 11 tahun. Hal ini dinilai cocok dengan data usia Angelica saat dilaporkan menghilang," ucap Dadang.

Dari keterangan tersebut, Dadang menyimpulkan tulang jasad yang ditemukan itu merupakan korban pembunuhan. Namun, petugas belum menemukan tanda kekerasan pada tengkorak dan tulang itu.

"Namun karena organ lunak pada tubuh sudah tidak ada lagi, bisa jadi ini korban pembunuhan. Meski demikian, bisa disimpulkan itu merupakan korban pembunuhan," kata dia.

Selain itu, jasad tersebut berjenis kelamin perempuan dan merupakan ras mongoloid. Hal ini juga sesuai dengan data yang diperoleh dari penyidik Ditreskrimum Polda Riau. Untuk itu, Bidang Dokkes Polda Riau akan mengirimkan sample DNA jasad dengan DNA kedua orang tua Angelica ke Pusat Kesehatan dan Dokter Mabes Polri di Jakarta.

"Pengiriman DNA ini masih menunggu Mindik (administrasi penyidikan) dari penyidik. Kalau sudah keluar, langsung dikirim ke Jakarta," pungkas Dadang.

Perlu diketahui, jasad diduga Angelica ditemukan pada 23 Maret 2016. Bocah 11 tahun itu sebelumnya dilaporkan menghilang sejak 9 Maret 2016. Saat ditemukan, jasad itu sudah tinggal tulang, dimana organ lunak sudah ditemukan lagi. Orang tua korban, Salomon Pardede juga sudah menyatakan yakin jasad yang ditemukan itu adalah anaknya.

"Itu adalah anak saya," ujar Salomon di Mapolda Riau.

Sebelum menghilang, Angelica pamit dari rumah untuk meminjam buku. Setelah itu bocah malang tersebut tidak pernah pulang ke rumah hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan memperihatinkan.‎ [red]