Kelabuhi Petugas Saat Dilokasi

Mabes Polri gagal sergap H Andris, donatur pesantren di Riau skaligus bandar narkoba kelas kakap

Mabes Polri gagal sergap H Andris, donatur pesantren di Riau skaligus bandar narkoba kelas kakap

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Reserse Narkoba Bareskrim Mabes Polri dikecoh H Andris, yang merupakan target operasi penangkapan dalam kasus pengendali transportasi laut jaringan narkotika dari Malaysia ke Cirebon.

Andris merupakan donatur sebuah pesantren di Jalan Limbungan Ujung, Kecamatan Rumbai, kota Pekanbaru, berhasil kabur dengan santai. Padahal polisi dari Mabes Polri itu sudah bertatap muka dengan target tersebut.

Kejadian bermula saat sejumlah petugas Bareskrim memasuki komplek pesantren modern itu dan langsung bertanya keberadaan H Andris kepada seorang satpam. Selanjutnya, sekuriti langsung ke belekang dan memanggil pengusaha kapal di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti itu.

Dengan santai, H Andris menemui petugas berpakaian preman dan menanyakan maksud kedatangannya. Namun petugas malah tak mengenali Andris yang sudah di depan mata dan malah bertanya dimana Andris berada.

Dengan santai, Andris menjawab akan kebelakang untuk memanggil anaknya. Curiga melihat kedatangan petugas, H Andris langsung kabur lewat belakang bangunan pesantren.

Petugas yang menunggu Andris beberapa waktu, kemudian tersadar dan langsung melakukan pengejaran ke semak-semak belakang pesantren dan sempat meletuskan tembakan sebanyak empat kali.

Peristiwa itu diceritakan oleh H Irwen Nasrul, pengelola pesantren dan Ketua Yayasan Raudatul Jannah saat ditemui wartawan di Musalla pesantren, usai penggrebekan yang terbilang gagal itu.

"Mereka sempat ketemu dan bertatap muka, dan anehnya, petugas tidak mengenalinya. Makanya H Andris ini bisa lolos dari sergapan petugas Bareskrim," kata Irwen.

Tak dapat menangkap Andris, polisi malah mengamankan sopir pribadinya, bernama Wiwid. Namun belum diketahui apakah Wiwid terlibat dalam jaringan narkotika H Andris atau tidak.

"Petugas yang melakukan penggeledahan tidak mau menyebut keterlibatan Wiwid. Tapi Wiwid ini diborgol dan diamankan untuk sementara," ujar Irwen.

Menurut Irwen, petugas datang ke pesantren yang diasuhnya sekitar pukul 16.30 wib, Senin (21/03/16) malam. Hingga Selasa (22/03/16) dini hari penggeledahan masih berlangsung di ruangan Andris di pondok pesantren itu

"Dia di sekolah ini sebagai donatur tunggal. Juga sebagai pembina yayasan, bukan pemilik ya. Kan pemilik yayasan adalah ummat," kata Irwen.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Iwan Lesmana Riza dikonfirmasi membenarkan adanya penggrebekan tersebut.

"Saya dan anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru hanya mendampingi Bareskrim. Target atas nama H Andris kabur," kata Iwan.

Menurut Iwan, penggrebekan di lokasi tersebut masih ada kaitannya dengan jaringan narkotika internasional dari Malaysia ke Cirebon melalui kapal di Selat Panjang.

"Pengembangan kasus di Cirebon," ucap Iwan.

Dalam kasus ini, sudah diamankan Muhammad Rizki sebagai penjemput barang dari kapal di Pelabuhan Cirebon, Fajar Priyo Susilo dengan peran yang sama, Wulan Lestari dan Ricky Kurniawan sebagai pengendali peredaran.

Turut pula diamankan pria bernama Jusman, warga Selat Panjang dengan peran sebagai transporter yang mengendalikan transportasi narkotika dari Selat Panjang ke Cirebon dengan menggunakan Kapal laut, dan Khoirul Alfan dengan peran yang sama. Dalam kasus ini disita 46 kilogram sabu dann 200.000 pil ekstasi. [red]‎