Polisi kejar jaringan pengedar sabu kelas kakap di Pekanbaru

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Warga sekitar sekolah, SMP Islam Plus Jannatul Firdaus di kawasan Jalan Pembina Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Senin (21/03/16) malam digegerkan dengan suara letusan mirip senjata.
Warga berkumpul melihat belasan polisi menggeledah bangunan dan menyisir lokasi.
Informasi yang dirangkum, belasan polisi ini dari Mabes Polri dan Polresta Pekanbaru ini, mengejar terduga jaringan pengedar narkoba yang diketahui sembunyi di sekolah itu. Namun, informasi yang didapat, buruan polisi itu kabur.
"Nggak tau ne, katanya gerebek narkoba. Tadi ada tembakan juga," sebut Darwis, warga sekitar.
Sayangnya, didapat kabar, target operasi Mabes Polri ini, berhasil kabur lewat pintu belakang sekolah, lalu menghilang di sungai belakang sekolah, yang akrab disebut Sungai Pengambang.
Info yang beredar, penggerebekan ini, hasil pengembangan dari pengungkapan 46 kilogram sabu-sabu dan 200 ribu butir pil ekstasi yang disita Direktorat Divisi Anti Satnarkoba Mabes Polri disalah satu rumah kontrakan bertempat di Komplek Bumi Citra Lestari (BCL) Jalan Jendral Sudirman, Kampung Wanacala Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon pada Sabtu (19/03/16) lalu sekitar pukul 16.00 wib.
Diduga, barang-barang haram itu dibawa menggunakan kapal Bahari I pembawa tepung sagu. Kapal tersebut berangkat dari Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti dan sudah bersandar di Pelabuhan Cirebon sejak 9 Maret 2016. Diduga, narkoba itu berasal dari Malaysia yang dibawa menggunakan jalur laut.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra mengaku, tertangkapnya Js (52) warga asal Selat Panjang itu, menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian.
"Kita akan tingkatkan pengawasan terhadap akses masuk guna mencegah penyelundupan narkotika. Tentunya harus didukung dengan fasilitas serta personil yang memadai," kata Pandra, Senin (21/03/16).

