Operasi Maraton BNN Riau di 4 Kota
Napi di Pekanbaru suruh wanita muda jual kiloan sabu & ribuan ekstasi asal luar negeri

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Senin (21/03/16) siang, akhirnya mengungkap penangkapan narkoba jenis sabu bernilai miliaran rupiah yang digelar pada Sabtu (19/03/16) lalu, yang dijalankan oleh sindikat internasional.
5 pelaku yang jadi kurir ditangkap. 4 diantaranya adalah wanita berinisial S, N, A dan I. Seorang lagi yakni E. Kelimanya, merupakan pengedar sekaligus pemakai narkotika. Mereka diringkus di kota yang berbeda.
Ternyata, mereka dikendalikan oleh seorang narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II A Pekanbaru yang juga ikut diringkus. Roni alias RN, diduga otak kejahatan ini.
Selama 2 hari, tim BNN bergerak secara maraton menciduk para pelaku ini. 4 Kabupaten/Kota di Riau disasar yakni Air Molek Kabupaten Inhu, Kota Pekanbaru, Taluk Kuantan Kabupaten Kuansing dan Kampung Pinang Kabupaten Kampar.
"Para wanita ini usianya masih muda-muda, sekitar 20 hingga 22 tahun. Dugaan kita, mereka disuruh oleh RN untuk mengantarkan sekaligus menyimpan sabu yang akan diedarkan," kata Kepala BNN Riau, Kombes Ali Pranaka, Senin siang.
Dari hasil penyidikan, sabu ini berasal dari luar negeri melalui wilayah perairan Riau.
"Jadi semuanya dikendalikan via handphone oleh RN dari dalam penjara. Kita sudah koordinasi dengan Kemenkumham terkait ini," tegas dia.
Terpisah, Kepala Bidang Pemberantasan BNN Riau, AKBP Haldun mengaku, pada penangkapan ini, sebanyak 3,1 Kilogram sabu, 1.500 lebih pil ekstasi, beberapa handphone, plastik pembungkus sabu serta timbangan digital, berhasil diamankan.
Narkotika itu akan dipasarkan di Pekanbaru serta beberapa kabupaten lainnya di Riau.
"Ini masih kita telusuri. Kita juga sedang menyidiki sudah berapa lama bisnis itu dilakukan oleh RN. Karena yang bersangkutan adalah warga binaan," tukasnya. [red]

