Setahun Lebih Tak Kunjung Disidangkan

Kasus foto porno anggota DPRD Meranti Darwin Susandi mengendap

Kasus foto porno anggota DPRD Meranti Darwin Susandi mengendap

Darsini dan Darwin Susandi

Beritariau.com, Pekanbaru - Masih ingat kasus dugaan pengiriman foto porno melalui pesan Blackberry Massager (BBM) DPRD Kepulauan Meranti Darwin Suwandi, ke rekan wanitanya sesama legislatif inisial DI? Kini, kasus itu belum juga diselesaikan Polres Kepulauan Meranti. Padahal, Darwin sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengiriman foto porno itu terjadi pada November 2014 lalu.

‎Setelah 1,5 tahun berjalan, kasus itu kini tak jelas berkasnya. Banyak pihak menduga polisi mempeti-eskan perkara tersebut. Keresahan masyarakat atas hilangnya kasus itu dijawab oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z Pandra.

"Kasus itu (pengiriman foto porno) masih berjalan, memenuhi petunjuk jaksa. Akan gelar perkara," ujar Z Pandra, Senin (21/03/16).‎

Gelar perkara yang dimaksud Pandra setelah pihaknya melengkapi berkas masih untuk P19. Pandra juga tak menampik, kasus itu sampai ke tangan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau untuk dilakukan SP3. Namun Pandra menyatakan tetap akan dilanjutkan.

Dalam kasus ini, Darwin Suwandi yang merupakan anggota DPRD yang diusung Partai Amanat Nasional pada Pileg 9 April 2014 lalu itu, diduga membuat, menyimpan dan menyebarluaskan gambar porno salah satu organ tubuhnya kepada rekan wanitanya, DI yang merupakan Politisi partai Demokrat.

"Saat ini, kasus itu masih memenuhi P-19 Jaksa Penuntut Umum, serta akan segera digelar perkara dihadapan JPU," pungkas Pandra.

Perlu diketahui, kasus ini berawal saat suami DS mendengar bunyi HP isterinya pada Selasa 12 November 2014. ‎Spontan, dia mengecek sebuah pesan, dan ternyata pengirimnya adalah DS.

Bak disambar petir, sang suami kaget melihat isi pesan BBM yang diterima HP isterinya dari DS, ternyata sebuah foto porno gambar laki-laki yang tak terlihat wajahnya tanpa mengenakan baju dan celana dibuka ke bawah sampai lutut.

Dalam gambar itu, juga terlihat tangan kanan yang dimasukkan ke celana dalam. Tak ayal, pesan bbm itu menjadi sumber pertengkaran antara suami istri itu.‎

Meski suaminya sudah marah, sang istri tetap membantah dan menyatakan tidak punya hubungan spesial, hanya sebatas sesama wakil rakyat. Tentu saja, pengiriman konten gambar porno kepada isterinya dari DS membuat sang suami tak senang.

Dia pun melaporkan kejadian itu ke Polres Kepulauan Meranti. Namun, apalah daya, setahun lebih laporan itu dilakukan, ‎kasus ini sangat menyita perhatian publik‎ itu, tetap saja belum sampai ke persidangan. [red]‎