Waspada! Penelepon gelap sebut keluarga anda kecelakaan & minta kirim duit, ini contohnya..

Waspada! Penelepon gelap sebut keluarga anda kecelakaan & minta kirim duit, ini contohnya..

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Ada-ada saja cara orang melakukan penipuan. Ada yang terang-terangan, ada juga yang gelap. Kali ini, di Kota Bertuah Pekanbaru, pelaku penipuan lagi beruntung. Pelaku kali ini menipu dengan modus telepon gelap dan menguras kocek korban dengan menyatakan keluarga korban tertimpa musibah kecelakaan dan harus mendapat perawatan secepatnya.

Abrar, warga Pekanbaru, menyesali uangnya sebesar Rp20 juta lenyap bersama si penelpon gelap. Ia menyerahkan uang itu dengan cara mentransfer ke rekening yang tunjuk si pelaku agar anaknya yang disebut pelaku jatuh dari lantai 2 sekolah, segera dirawat.

Awal cerita, Abrar mendapat telpon dari seseorang yang mengaku sebagai guru dari anaknya, M Fatir. "Guru" ini memberi kabar bahwa Fatir jatuh dari lantai 2 tempatnya bersekolah. Abrar panik dan semakin panik ketika dikabarkan anaknya sudah dilarikan ke rumah sakit.

"Guru" ini juga mengatakan bahwa Fatir mengalami luka hebat, telinganya mengeluarkan darah dan dapat mengakibatkan geger otak dan harus segera dioperasi agar nyawanya selamat. Abrar makin takut dan resah.

Untuk meyakinkan Abrar, "Guru" ini menyuruhnya menghubungi pihak rumah sakit agar Fatir bisa segera dioperasi. Melihat dan memanfaatkan kepanikan Abrar, "Guru" ini meminta Abrar mengontak pihak RS terkait biaya administrasi.

Abrar masuk jebakan. Pelaku kedua yang mengaku sebagai pihak apotik pun menelepon. Ia meminta Abrar untuk mengirim uang via rekening yang digunakan untuk menebus obat sebesar Rp20 juta.

Merasa yakin, Abrabr pun meminta adiknya meluncur ke ATM supaya mengirimkan uang. Setelah uang dikirim, para penelpon gelap itu tak bisa lagi dihubungi. Resah dan curiga, Abrar mencari informasi dan mendapatkan nomor telpon guru sekolah yang asli.

Kaget bukan kepalang. Guru sekolah yang asli justru mengaku bahwa tak ada sesuatu pun terjadi pada Fatir. Ia baik-baik saja di sekolah. Sadar telah ditipu, Abrar langsung melapor ke kantor polisi, Selasa (15/03/16).‎

"Kita masih lakukan penyelidikan, termasuk nomor rekening yang digunakan untuk menerima kiriman uang," sebut Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, Rabu (16/03/16).

Putut menghimbau, agar masyarakat waspada terhadap segala macam modus penipuan via telpon.

"Pastikan dulu kebenarannya melalui pihak yang jelas. Untuk itu penting bagi masyarakat agar menyimpan nomor telpon penting," tutupnya. [red]‎