Merasa Dibohongi Perusahaan
Bagi hasil tak jelas, warga Bengkalis blokir akses jalan ke PT Meskom Agro Sarimas

ilustrasi
Beritariau.com, Bengkalis - Masyarakat pemilik lahan di Desa Simpang Ayam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis merasa dibohongi PT Meskom Agro Sarimas (MAS). Pasalnya, puluhan hektar tanah milik mereka yang diserahkan ke pihak perusahaan untuk ditanami kebun sawit melalui Koperasi Meskom Sejati, tak jelas bagi hasilnya. Bahkan sejak setahun terakhir, masyarakat tak menikmati sepersen pun dari hasil panen buah sawit itu.
Menurut warga Simpang Ayam H Arjas (54) yang merupakan Ketua Kelompok, pada awal berdiri PT MAS pada tahun 2002 lalu, dia dan warga yang lain diminta untuk menyerahkan tanah miliknya karena tanah tersebut mau dikelola PT MAS untuk ditanami kebun sawit dengan pola inti - plasma.
Ironisnya, setelah kebun sawit yang ditanam diatas lahan mereka membuahkan hasil alias dipanen, justru perusahaan tak memenuhi kewajibannya seperti yang dijanjikan semula. Parahnya lagi, sejak setahun terakhir masyarakat tidak mendapatkan bagi hasil sama sekali.
"Padahal berdasarkan perjanjian awal saat berdirinya perusahaan, 70 persen untuk pemilik lahan dan 30 persen untuk perusahaan. Tapi lama kelamaan, bahkan sudah hampir setahun ini, kami tak pernah menikmati hasil panen," ujar Arjas, Senin (14/03/16).
Hal senada disampaikan Muhammad Dalil (43), warga Simpang Ayam lainnya. "Dulu kami pernah dapat pertiga bulan sebesar Rp300 ribu. Artinya, tanah saya yang luasnya 6 hektar itu hanya dihargai Rp100.000 per bulannya, sama dengan satu tandan sawit," ujar Dalil.
Setelah itu, tambah Dalil, pada puasa tahun 2015, Ia dapat Rp2,8 juta. Namun sampai sekarang ia tak pernah lagi dapat bagi hasil dari perusahaan.
Merasa dibodohi, dia bersama warga Simpang Ayam lainnya berinisiatif akan melakukan aksi protes. Aksi protes itu tidak berbentuk unjuk rasa, tetapi mereka tak akan memperbolehkan kendaraan PT MAS lewat membawa sawit hasil dari tanah yang pernah mereka serahkan ke perusahaan.
"Sampai kapan (aksinya), sampai PT memberikan kejelasan soal hasil tanah kami. Sanggup tidak PT MAS mengelola tanah kami, kalau tidak, kembalikan lagi sama kami," ujar Ketua RW Dusun 1 Simpang Ayam ini. [red]

