Perampok di Pelalawan ketiban sial, Sapi yang rampasnya berontak & turun dari Mobil

ilustrasi
Beritariau.com, Pelalawan - Bermodalkan senjata api, 3 pemuda menyekap pasangan Ahmad (26) dan istrinya, Susanti (28), penjaga kebun dan sapi di Desa Kuala Sumendang Kecamatan Bandar Petalangan kabupaten Pelalawan.
Namun, kerja keras perampok sapi itu sia-sia. Sebab, 6 ekor sapi yang berhasil dirampasnya dari penjaga itu lompat dari bak mobil saat dalam perjalanan pada Minggu (13/03/16) dini hari sekitar pukul 01.00 Wib.
"Para pencuri itu beraksi saat Ahmad sedang tidur bersama istri dan anaknya yang masih balita di pondok kebun sawit milik Sulaiman," ujar Kapolres Pelalawan AKBP Ade Johan Sinaga Sik, Senin (14/03/16).
Awalnya, para pelaku mengedor pintu berpura-pura jadi tamu. Kemudian Ahmad beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu. Namun ketika pintu dibuka, tiga orang pemuda langsung masuk dan menodongkan senjata api laras panjang dan golok.
"Karena ditodong senjata api, Ahmad tidak dapat berbuat apa-apa. Mendegar ada suarah gaduh istrinya juga ikut terbangun langsung di ancam para pencuri tersebut agar tidak berbuat macam-macam," kata Ade.
Agar aksinya mulus dan tidak mendapat perlawanan, sebagian pelaku mengikat Ahmad dan istrinya kemudian disekap. Usai menyekap kedua korban, dua orang pelaku lainnya keluar untuk mengambil sapi di dalam kandang ternak.
"Sedangkan satu pelaku mengawasi kedua korban itu di dalam rumah dengan menenteng senjata api. Ketika pelaku mengambil handphone korban, anaknya menangis, lalu Susanti memohon pada pelaku agar membuka ikatan agar bisa menyusukan bayi nya," kata Ade.
Tak ingin ada keributan lantaran bayi tersebut menangis, pelaku membuka ikatan tangan istri korban agar segera menenangkan anaknya. Sementara dua kawanan rampok di kandang ternak sedang sibuk menaikkan sapi ke dalam mobil.
Tak ingin ikut dibawa maling, dua dari delapan ekor sapi yang akan dimasukkan ke bak mobil berhasil kabur dari kandang.
"Sedangkan enam ekor dimasukkan oleh pelaku ke dalam mobil truk. Usai melakukan aksinya, para pelaku pergi meninggalkan rumah korban," terang Ade Johan.
Para pelaku ternyata belum tenang. Sekitar 700 meter meninggalkan rumah korban, keenam sapi di dalam mobil memberontak dan berhasil melompat dari dalam bak mobil.
"Sedangkan Susanti yang mengetahui para pencuri itu sudah pergi, membuka ikatan tangan suaminya," katanya.
Setelah berhasil lepas dari sekapan, Ahmad mengajak istri dan anaknya bergegas meninggalkan rumah dan mendatangi pos satpam PT Serikat Putra untuk meminta bantuan diantarkan ke rumah Surisno.
"Dengan ditemani Surisno kedua korban itu melapor ke Pos Polisi Lubuk Terap dan di lanjutkan ke Polsek Bunut," ucap Ade Johan.
Mendapat laporan itu, tim gabungan polsek Bunut dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Bunut IpdaTurmin langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menyisir sekitar lokasi dengan dibantu warga.
"Akhirnya enam ekor sapi yang sempat di bawa kabur kawanan pencuri berpistol itu berhasil ditemukan, sedangkan pelaku telah kabur tanpa mendapat hasil rampokan," jelas Ade.
Keenam ekor sapi itu berhasil meloloskan diri dari dalam mobil, nasib apes bagi pelaku yang gagal membawa hasil curiannya. Sapi yang sempat diangkut itu melompat dari bak mobil yang dibawa pelaku dan ditemukan sekitar 700 meter dari rumah korban.
"Saat ini tim gabungan dari Polsek dan Sat Reskrim Polres Pelalawan masih melakukan penyelidikan dengan mengejar para pencuri itu," pungkas Ade Johan. [pan]

