Cuma 10 Menit Rampok Minimarket
Dorr!! Perampok spesialis toko ritel yang diincar 4 Polda di Sumatera dibekuk

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Tim gabungan dari Intel Brimobda Polda Riau dan Jatanras Satreskrim Polresta Pekanbaru, Minggu (13/03/16) pagi sekitar pukul 07.30 wib, berhasil membekuk 4 perampok spesialis toko ritel minimarket 24 jam yang beraksi di 4 provinsi. Berusaha kabur saat dibekuk di Pasar Minas Jalan Sisingamangaraja, mereka pun ditembak.
Para pelaku yang merupakan warga Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu yakni Ra alias Rudi (50) warga Kota Binjai, ED (50) warga Binjai, MR (33) warga Binjai serta BB (51) warga Kerasaan Kabupaten Simalungun.
Mereka ditangkap setelah dikejar selama 4 jam mulai dari kawasan Pandau Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, hingga ke Pasar Minas, wilayah Kabupaten Siak.
Awalnya, mereka hendak membobol minimarket di Pandau, namun baru hanya memotong gembok, malah ketahuan aparat. Melihat ada petugas, mereka kemudian tancap gas dan kabur ke Minas. Namun, polisi sudah melacak arah pelariannya.
Tak jauh dari Pasar Minas, para pelaku ini pun dikepung. Memang licin, mereka berupaya kabur lagi dengan mobil. Bahkan sempat menabrak pintu samping kanan bagian belakang mobil petugas hingga ringsek.
Melihat situasi semakin memanas, petugas mengambil langkah cepat dan pelaku dilumpuhkan dengan tembakan terukur.
"Kita sudah membuntuti mereka sejak jam 05.30 wib di Pandau. Mereka kabur ke Pasar Minas. Kita tangkap disana jam 07.00 wib. Mereka sempat berusaha menabrak anggota kita, jadi kita lakukan tindakan tegas terukur dengan menembaknya," sebut Kanit Intel Brimob Polda Riau, Aiptu Amir Hasan Harefa.
Diterangkannya, 1 peluru mengarah ke lengan kanan Rudi. Sedangkan Ed, Mr dan Bn tumbang akibat 6 peluru. Lalu, para pelaku dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau, Pekanbaru untuk menjalani perawatan akibat luka tembak. Diamankan juga gunting gembok, tang dan alat yang disinyalir digunakan untuk membobol minimarket.
"Kita duga mereka sudah beraksi puluhan kali di Pekanbaru. Untuk di Medan rata-rata mereka ini terlibat kasus serupa. Ini memang target besar, khususnya Sumut, Sumbar dan Riau," ujar Amir.
Ternyata, keberadaan para perampok ini di Pekanbaru telah terendus sejak beberapa hari lalu. Namun, mereka selalu lolos saat akan ditangkap. Sebelum di Pandau, beberapa pekan lalu, mereka lolos dari upaya penangkapan petugas Jatanras Medan.
"Tim opsnal kita dapat info kalau mereka masuk ke Riau, persisnya di Kandis," kata Kasi Intel Satbrimob Polda Riau, Kompol Hot Parulian Simanjuntak, Minggu (13/03/16) siang.
Akhirnya, pada pagi tadi, mereka terdeteks. Saat itulah petugas melakukan penggerebekan, namun berhasil melarikan diri. "Kita kejar, ada empat tim kita pecah, dan akhirnya mereka kita tangkap di Minas pagi tadi," katanya.
"Sat Reskrim Polresta masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sudah berapa kali mereka terlibat aksi khususnya di Kota Pekanbaru," sambungnya.
Para pelaku ini, punya sederet catatan kriminal dibeberapa provinsi. Di Pekanbaru, Riau saja, mereka tercatat sudah tujuh kali berhasil membobol minimarket. Tak ayal jika mereka dijadikan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh 4 Polda di Sumatera yakni, Riau, Sumut, Sumbar dan Jambi.
"Satu target (minimarket) hanya butuh waktu tak kurang 10 menit. Mereka ini sangat profesional," ungkap Kapolresta Pekanbaru, Kombes Aries Syarief Hidayat, didampingi Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto.
Tak hanya mampu membobol minimarket, mereka juga memiliki alat rakitan perusak pintu dan kunci yang terbilang lengkap, bahkan hingga ke alat perusak CCTv.
"Ada alat perusak CCTv-nya, mirip pengait bertangkai panjang, ada juga perusak gembok dan pencongkel pintu," urainya.
Dalam beraksi, yang pertama dilakukan adalah mematikan arus listrik, dilanjutkan merusak CCTv lalu setelah itu merusak gembok dan membongkar rolling door.
"Barang hasil jarahannya, dibawa ke Medan via jasa pengiriman barang. Kita belum hitung secara total sudah berapa kali aksi tersebut, dalam laporannya baru tujuh," kata Aries.
Terpisah, Kasat Reskrim, Kompol Bimo Ariyanto menyebutkan bahwa terungkapnya identitas para pelaku lantaran ada rekaman CCTv yang lupa mereka matikan saat beraksi di Tampan Pekanbaru.
"Disitulah kita kenali dan selidiki keberadaannya," pungkas Bimo. [red]

