225 hektar lahan terbakar, Polda Riau bangun 384 sekat kanal

225 hektar lahan terbakar, Polda Riau bangun 384 sekat kanal

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Titik panas yang muncul dalam beberapa hari terakhir di Riau diduga akibat kebakaran lahan dan hutan (karlahut) yang terjadi di 7 kabupaten yakni Bengkalis, Siak, Dumai, Pelalawan, Inhu, Rohil dan Inhil.

Tercatat, sedikitnya 222,5 hektar lahan yang didominasi lahan gambut milik masyarakat dan perusahaan terbakar.

Informasi yang dirangkum, dari seluruh daerah paling parah terdapat di Bengkalis, Pelalawan dan Siak, dengan rata-rata luas lahan yang terbakar mencapai 50 hektar.

"Ada 48 titik kebakaran berada di lahan milik masyarakat dan tiga titik kebakaran berada di lahan milik perusahaan. Kebakaran tersebut didominasi terjadi di kawasan gambut," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Selasa (01/03/16) siang.

Polda Riau pun mengerahkan kekuatan dari masing-masing Polres hingga jajaran Polsek guna memadamkan api. Hingga kini, ratusan personil polisi terjun ke lokasi lahan yang terbakar, ditambah dengan aparat TNI, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan lainnya.

Selain pemadaman, Polda Riau kini tengah disibukkan dengan pembuatan sekat kanal yang berfungsi menahan air, sehingga lahan gambut tetap lembab.

"Target kita sekitar tiga ribuan sekat kanal dibangun di titik rawan kebakaran lahan, baik yang permanen atau non permanen," tegas Guntur.

Dari target itu, Polda Riau dan jajaran sudah berhasil membangun 384 sekat kanal non permanen di lahan-lahan tersebut, yang berada di Kabupaten Siak, Dumai, Inhu, Inhil, Pelalawan, Rohil, Bengkalis, Kampar, Rohul dan Kepulauan Meranti. [red]‎