Mabes Polri Gandeng IOM
Kasus perempuan & anak butuh trik khusus, 165 Polwan di Riau dilatih

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Agar personil Polisi Wanita (Polwan) memiliki kemampuan menangani kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak serta penerapan implementasi dua Polwan di 1 Polsek, sedikitnya 165 Polwan di jajaran Polda Riau, Kamis (18/02/16) pagi, mendapat pelatihan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak.
Selain itu, para Polwan mampu menangani kasus penyelundupan manusia dan perdagangan orang dengan menggandeng organisasi International Organization for Migration (IOM).
"Kita sudah lama menggandeng IOM untuk pelatihan Polwan. Tidak hanya di Riau, sebelumnya kita juga sudah melakukan hal serupa di Lampung dan lainnya. Kebetulan Polda Riau banyak personil Polwan dan menurut IOM, Polda Riau cukup bagus dalam penanganannya selama ini," sebut Karowatpres SDM Polri, Brigjen Lotaria Latif.
Latif mengaku, tujuan pelatihan itu agar para Polwan mampu dan maksimal menangani kasus yang mulai marak di Indonesia.
"Memang belum berdampak besar, namun Polri harus selalu siap. Kita tidak bisa jika hanya melihat statistik saja, sebab itu sejak awal Polwan ini sudah kita bekali kemampuan agar jika menemukan kasus serupa, mereka bisa dikerahkan," ujar Latif.
Langkah ini, menurut Kapolda Riau Brigjen Dolly Bambang Hermawan sangat tepat dilakukan, karena selaku wanita, kodrat Polwan punya bakat khusus yang tidak dimiliki polisi laki-laki.
"Wanita itu lembut dan tepat jika kita berdayakan khusus dalam menangani hal-hal seperti ini," ungkapnya.
"Kebetulan Riau cukup tinggi kasus tentang anak dan wanita. Jadi selain cantik, Polwan di Riau juga handal memberikan perlindungan dan pengayoman bagi wanita dan anak-anak. Jadi yang kita libatkan ini para Polwan lulusan 2014. Dua hari sebelum acara ini kita juga berikan pembekalan awal," tutup Dolly. [pan]

