Pemkab Pelalawan Izinkan Kepsek Liburkan Sekolah

Pemkab Pelalawan Izinkan Kepsek Liburkan Sekolah

Ilustrasi banjir/net

Beritariau.com, Pangkalan Kerinci - Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui dinas pendidikan akhirnya memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah untuk meliburkan proses belajar mengajar. 

Kebijakan ini menyusul bencana banjor yang melanda di sebagian wilayah Pelalawan. Bahkan banjir telah merendam sembilan unit gedung sekolah.

"Ya, kita telah berikan kebijakan penuh kepada pihak kepala sekolah, apakah meliburkan atau tidak," jelas Sekretaris Dinas Pendidikan, M Zalal SPd di ruang kerjanya.

Akan tetapi diingatkannya juga, kendati diberikan kebijakan penuh, namun kepala sekolah bukan otomatis bisa seenaknya meliburkan sekolah.

"Lihat kondisinya, sebab tidak semua kondisi banjir sama. Memang ada sembilan unit bangunan sekolah terendam banjir. Yang jelas meliburkan proses belajar mengajar diambil, jika tidak memungkinkan lagi digelar proses belajar mengajar," jelasnya lagi.

Ia juga menekankan bahwa proses belajar mengajar tetap berlangsung. Cara pertama, proses belajar tetap diselengarakan di sekolah, sebab kondisi masih memungkinkan.

Kedua, jika tidak memungkinkan cara pertama dilakukan maka proses belajar dapat dilakukan pada fasilitas umum lainya, semisal gedung umum kalau ada. Termasuk memanfaatkan musholla atau masjid.

"Cara ketiga mendirikan tenda khusus. Cata ketiga ini tidak kita sarankan, sebab dari pemerintah tidak menyediakan anggaran untuk itu. Kita juga tidak menginginkan adanya pungutan-pungatan untuk membangun tenda darurat. Nah kalau cara demikian telah dilalukan terakhir kepala sekolah boleh meliburkan siswan,"tuturnya.

Sementara itu untuk menyelamatkan aset sekolah akibat terendam banjir, M Zalal mengharapkan bantuan serta partisipasi masyarakat.

"Dimotori pihak Kepsek, guru dengan mengajak warga untuk melakukan gotong royong memindahkan fasilitas sekolah ketempat yang dikirah aman, jauh dari jangkauan banjir. Ia berharap kepada pihak sekolah agar tidak membiarkan aset tersebut rusak akibat terendam banjir,"tutupnya. [fan]