Antisipasi konflik, Polda Riau kerahkan 600 personil kawal pelantikan Kepala Daerah

ilustrasi/net
Beritariau.com, Pekanbaru - Untuk mengantisipasi pelantikan 4 kepala daerah atau para bupati dan wakilnya yang terpilih dalam Pilkada, Kepolisian Daerah Riau mengerahkan 600 personil gabungan Kepolisian Daerah Riau dan Polresta Pekanbaru. Pelantikan akan dilaksanakan di Gedung Daerah kota Pekanbaru, Rabu (17/02/16).
"Kalau dari Polresta Pekanbaru ada 300 personil yang dikerahkan, Polda ada 300 personil juga. Jadi secara keseluruhan yang diturunkan yakni 600 personil," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Selasa (16/02/16).
Para polisi itu akan dilengkapi dengan rompi anti peluru serta bersenjata lengkap sebagai bentuk pengamanan maksimal. Selain mengerahkan ratusan personil tersebut, polisi juga akan mengerahkan mobil water canon sebagai antisipasi akan adanya aksi massa di sekitar lokasi.
"Saat ini, polisi sudah melakukan penyisiran dan penjagaan hingga pelantikan digelar besok," kata Guntur.
Polisi akan memberikan pengawalan khusus kepada para calon bupati dan wakilnya yang akan dilantik. Ia mengatakan pengamanan ini dilakukan mulai dari rute hingga di lokasi pelantikan.
"Kita berikan pengawalan pribadi sejak sebelum pelantikan sampai selesai," jelas Guntur.
Bahkan, polisi juga dilibatkan untuk mengamankan gedung daerah berikut dengan tamu undangan yang hadir. "Brimob juga kita kerahkan sebagai antisipasi adanya ancaman gangguan dan sabotase. Sejauh ini masih kondusif," kata Guntur.
Pelantikan para bupati terpilih dan wakilnya itu terdapat empat pasangan yang akan dilantik.
Keempatnya adalah Yopi Arianto-Khairizal ( bupati dan wakil bupati Indragiri Hulu), Amril Mukminin-Muhammad (kabupaten Bengkalis), Irwan Nasir-Said Hasyim (Kepulauan Meranti), serta Zulkifli AS-Eko Suharjo (Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih Dumai). [pan]

