Puluhan Ribu Rumah Terendam, Jembatan Ambruk, Kerambah Lenyap
Banjir besar, 3 Bupati di Riau belum tetapkan Tanggap Darurat, Jefry Noer pilih keliling naik motor

Puluhan Ribu Rumah di Kampar Terendam Air
Beritariau.com, Pekanbaru - Banjir di 3 (tiga) Kabupaten yakni Kampar, Rohul dan Kuansing terus meluas. Untuk mempercepat proses pengerahan bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat, Pemerintah setempat yakni Bupati diminta menaikkan status tanggap darurat banjir. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger.
Menurutnya, dengan kondisi banjir yang kian meluas, Pemerintah di Tiga Kabupaten didesak supaya meningkatkan status tanggap darurat banjir.
"Tiga daerah harus segera meningkatkan status tanggap darurat banjir. Karena kondisi banjir ini terus meluas," ujarnya, Selasa (09/02/16).
Menurut Edwar, saat ini dirinya bersama dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubri Arsyadjuliandi Rachman dan Dandrem Wirabima serta instansi terkait sedang meninjau kondisi banjir di Kampar. Kampar kata Edwar, merupakan satu dari tiga kabupaten terparah terkena banjir.
Hal ini disebabkan tingginya curah hujan di Sumatera Barat, yang notabene merupakan daerah hulu sungai Kampar.
"Kondisi air di PLTA Koto panjang terus meningkat. Hari ini Lima pintu sudah dibuka, karena permukaan air terus naik," tandasnya.
Oleh karena itu, Ia meminta Pemkab Kampar, Rohul dan Kuansing segera menetapkan status tanggap darurat banjir.
"Agar proses pengerahan bantuan dari pusat cepat dan masyarakat bisa diamankan sesegera mungkin," tandasnya.
Untuk diketahui, kondisi terkini di tiga daerah semakin parah. Di Kabupaten Kuansing, ribuan rumah terendam air. Di Kabupaten Kampar, selain puluhan rumah terendam air, hampir 90 persen usaha kerambah warga lesap diseret arus air.
Sedangkan di Rohul, 3 Jembatan penghubung ambruk diterjang banjir. Akibatnya, ratusan kepala keluarga terisolir.
Namun, hingga kini, belum satu pun dari 3 Bupati selaku Kepala Daerah di wilayah terjadi bencana itu yang menetapkan status Tanggap Darurat Banjir.
Di Kampar, Bupati Jefry Noer lebih memilih keliling memantau langsung lokasi banjir dengan mengendarai sepeda motor, ketimbang menaikkan status tanggap darurat. [red]

