Banjir melanda Riau! Di Kuansing ribuan, di Kampar puluhan ribu rumah terendam air

FOTO : Air Merendam Ribuan Rumah dan Bangunan di Kabupaten Kampar | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Tingginya curah hujan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Kuantan Singingi sejak sepekan terakhir ini membuat air sungai batang Kuantan meluap. Akibatnya, ribuan rumah di hampir seluruh desa yang berada di sepanjang pinggiran sungai Kuantan terendam banjir sejak Senin (08/02/16) hingga Selasa (09/02/16) siang ini.
"Data sementara di posko banjir dari laporan yang diterima hingga siang ini, ada seribuan lebih rumah yang terendam banjir. Namun, data ini dipastikan masih bertambah karena belum seluruh kecamatan yang melaporkan. Padahal prediksi kita, seluruh Kecamatan yang berada di wilayah bantaran sungai Kuantan dipastikan terkena imbas banjir kali ini," ujar salah seorang petugas dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Kuansing di posko banjir di Taman Jalur Teluk Kuantan, Selasa siang.
Terpantau, debit air terlihat sudah mulai surut. Namun, kemungkinan akan kembali naik karena cuaca masih mendung dan diperkirakan akan turun hujan.
Kepala Dinsosnaker Kuansing, Muharlius mengatakan, pihaknya telah menetapkan status siaga banjir dan telah mendirikan posko banjir yang dipusatkan di sekitaran taman jalur Teluk Kuantan.
"Kita sudah dirikan posko dan terus memantau kondisi di lapangan. Selain itu kita juga stand by kan beberapa buah speed boat,"ujar Muharlius.
Terkait bantuan, katanya, siang ini rencananya akan segera disalurkan."Bantuan memang sedang kita upayakan, dan secepatnya siang ini akan kita salurkan langsung ke desa-desa yang terkena banjir," pungkasnya.
Berbeda di Kabupaten Kampar dimana Sungai Kampar kembali meluap. Disini lebih parah. Puluhan ribu rumah masyarakat terendam banjir. Korban jiwa tak dapat dielakkan.
Pantauan wartawan, Senin, (08/02/1/) kemarin di sepanjang sungai Kampar terlihat rumah masyarakat terendam banjir. Puluhan ribu lahan pertanian, peternakan dan perkebunan masyarakat Kampar terendam air yang tidak diundang tersebut.
Salah seorang masyarakat Desa Salo, Madi kepada wartawan mengaku bahwa rumahnya mulai di masuki air semenjak (07/02/16) pukul 23.00 Wib tadi malam. Pada malam tersebut air sudah sampai lutut orang dewasa. Pada hari ini air bukannya surut, tetapi air bertambah tinggi.
Kepada wartawan, Madi bersama warga yang lain mengaku, banjir saat ini sangat mengkuwatirkan warga. Bagi warga yang memiliki saudara di tempat lain, maka mereka sudah banyak yang mengungsi, ungkap Madi. Selain itu, salah seorang Kepala Dusun (Kadus) di Desa Salo Timur, Hermanto, mengatakan bahwa banjir saat ini lebih besar dari banjir sebelumnya.
"Air saat ini semakin tinggi. Ini akibat terbukanya waduk PLTA Koto Panjang," ungkap Hermanto.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Ranah Kecamatan Kampar, Zulhendri Zainur, mengatakan, bahwa Kampar saat ini sudah bisa ditetapkan dengan status siaga 1 Banjir. Pasalnya, banjir saat ini tidak saja merugikan materi dan psikologi. Tetapi banjir sudah memakan korban jiwa.
Lain lagi di Desa Ranah. Salah seorang petani ikan, Marzuki, akhirnya kehilangan nyawa. Karena air yang ganas tersebut membuat kerambah miliknya ditakuti diseret banjir. Sehingga Marzuki terpaksa memperbaiki kerambah dan tali pengikat kerambahnya.
"Namun naas menimpanya, Marzuki terkelincir saat memperbaiki tali tetsebut, yang akhirnya merenggut nyawa Marzuki," ungkap Zulhendri.
Sementara itu, manajer PLTA Koto Panjang hingga berita ini diterbitkan belum dapat di konfirmasi. Seluler pribadi miliknya tidak dapat dihubungi. [red]

