Adakah Kaitan antara Hilangnya Ribuan Detonator di Inhu dengan Teror Bom Jakarta?

Adakah Kaitan antara Hilangnya Ribuan Detonator di Inhu dengan Teror Bom Jakarta?

Beritariau.com, Pekanbaru - Hari ini, Kamis (14/1), masyarakat dihebohkan dengan aksi teror dengan bom dan penembakan di Jakarta. Peristiwa ini tak berselang lama dengan kasus pencurian ribuan bahan peledak dan detonator di gudang batu-bara di Indragiri Hulu (Inhu).

Menanggapi hal ini, Kapolres Inhu, AKBP Ari Wibowo belum bisa  memastikan apakah ada hubungan antara dua kejadian ini. Dan pihaknya juga tetap berusaha menelusuri segala kemungkinan.

"Petugas masih menyelidiki. Identifikasi terkait peledakan di Jakarta belum bisa kita pastikan," kata Ari melalui selulernya.

Ari masih meyakini, bahan peledak dan detonator milik PT RBH bukan dicuri teroris, melainkan pencuri biasa. Namun, dia tetap mewaspadai segala kemungkinan. 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.307 bahan peledak yang biasa digunakan untuk mencari batu bara hilang dari gudang PT Riau Bara Harum, Desa Kelesa, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau.

Perusahaan itu sudah lama tidak beroperasi, sehingga tidak ada yang menjaga gudang mereka. Sehingga pencuri dapat mudah masuk dengan menjebol ventilasi.

Ada tiga gudang dibobol maling, yaitu gudang bahan peledak Amonium Nitrat, gudang berisi detonator, dan gudang berisi dinamit. Barang-barang yang hilang di antaranya electric detonator 332 buah, dan detonator sebanyak 975 buah.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo terus mengimbau anak buahnya mewaspadai aksi penyerangan ini. 

"Seluruh jajaran sudah kita imbau agar menggunakan pakaian dinas dan rompi anti peluru, serta waspada. Ini sama dengan kejadian yang di Paris," kata Guntur. [pan]